Eropa

NSA Sadap 3 Presiden Prancis

Salafynews.com, PARIS – WikiLeaks sekali lagi merilis dokumen rahasia yang menyatakan Badan Keamanan Nasional AS (NSA),  memata-matai tiga presiden Prancis, begitu pula puluhan menteri lainnya.
Menanggapi hal ini, para pejabat senior dan para diplomat serta  analis terlihat tidak begitu terkejut  karena mereka sudah paham terhadap intrik-intrik terkait hubungan Amerika-Perancis.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengaku tidak terkejut bila laporan semacam itu muncul. Dalam sebuah pertemuan kelompok Normandy di Paris kemarin, dengan bercanda Lavrov mengindikasikan bisa jadi mikrofon yang menyala dan mati beberapa kali dalam sebuah pertemuan adalah indikasi adanya sebuah penyadapan.

Capture

“Saya belum melihat laporan tersebut, namun saya juga tidak terkejut. Setidaknya, saya bisa katakan saat ini dalam sebuah pembicaraan, mikrofon akan mati dan nyala dari waktu ke waktu,”ungkap Lavrov disambut gelak tawa hadirin di pertemuan tersebut sebagaimana  dilansir sputnik  pada Rabu (24/6/2014).

Mengomentari masalah penyadapan tersebut, seorang penulis dan pakar geopolitik Prancis, Nicolas Bonnal mengatakan bahwa tidak ada yang mengejutkan mengenai hal ini,

“Apa yang benar-benar menegejutkan dalam hal ini? Amerika menyadap semua orang, terutama Merkel dan Hollande,” ungkap Bonnal.

“Pemerintah Eropa melakukan apapun yang Amerika mau, begitu pula media kita. Privatisasi? Ya, tentu saja! Super-secret Translatic Trade and Investment Partnership (Investasi Kemitraan dan Perdagangan Transalatik Super Rahasia), yang mengancam untuk menghancurkan apa yang tersisa dari negara-negara Eropa? Tentu saja. Membuka perbatasan dan masuknya imigran yang tak terkendali? Ya, silahkan. Perang di Irak? Setuju! Perang di Suriah, Libya, Ukraina? Kita siap! Senjata berat, laser? Senjata nuklir untuk lawan Rusia? Kenapa tidak?”  ucap Bolland mengindikasikan bahwa tunduknya  negara-negara Eropa kepada Amerika adalah karena Amerika mengetahui banyak rahasia mengenai mereka.

Presiden Prancis

Dalam laporan yang dirilis oleh WikiLeaks, AS melalui NSA setidaknya sudah menyadap telepon dan surat elektronik tiga Presiden Prancis. Ketiga Presiden Prancis itu antara lain, Jacques Chirac (1995-2007), kemudian penggantinya  Nicolas Sarkozy (2007-2012) dan penerusnya, Francois Hollande (2012-sekarang).

WikiLeaks dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen rahasia tentang aksi spionase NSA itu berupa lalu lintas komunikasi ketiga Presiden Prancis itu, termasuk komunikasi dengan para menteri serta Duta Besar Prancis untuk AS.

Namun, Gedung Putih langsung membantah laporan yang dirilis oleh WikiLeaks tersebut. Gedung Putih menegaskan, NSA tidak pernah melakukan penyadapan terhadap Presiden Prancis.

”Kami tidak melakukan kegiatan pengawasan intelijen asing, kecuali ada tujuan keamanan nasional yang spesifik dan divalidasi. Hal ini berlaku untuk warga biasa dan pemimpin dunia yang sama,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Price. [FNA/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: