ISIS

Nyamar Jadi Pengusaha Logam Ali Mahmudin Cuci Otak Dian Pelaku Bom Sarinah

20 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, TALANG-TEGAL – Sutopo (60), ayahanda pelaku bom sarinah, Dian Juni Kurniadi (25), tegas-tegas menolak anaknya disebut teroris. Dia curiga anaknya telah dicuci otak oleh Ali Mahmudin (39), yang ditangkap di Desa Langgen Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, Kamis (14/1) lalu.

“Anak saya bukan teroris. Dia itu lugu. Saya jamin, Dian tidak pernah punya niat melakukan pengeboman,” kata Sutopo saat ditemui di kediamannya RT 27 RW 7 Desa Pegirikan, Talang, Kabupaten Tegal.

Sutopo mecurigai anaknya telah dipengaruhi Ali Mahmudin (39), warga Desa Langgen Kecamatan Talang. Sebelumnya, Ali bersama Fahrudin ditangkap Densus 88 di kediamannya. Penangkapan dilakukan sehari setelah aksi pengeboman di Sarinah Jakarta.

“Saya yakin pak Ali yang mencuci otak dan mempengaruhi anak saya terjerumus ke tindakan aksi terorisme. Karena anak saya seringkali berada di rumah dia berhari-hari sejak Desember 2015 lalu,” ungkap Sutopo lagi.

Dibeber Sutopo, Dian mengenal Ali melalui media sosial Facebook November 2015. Dian yang kala itu masih bekerja di sebuah peternakan di Kabupaten Sampit, Kalimantan Barat menjalin komunikasi dengan Ali melalui medsos.

Dian, beber Sutopo, kerap mendapatkan pesan-pesan dari Ali tentang ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Dari pesan-pesan itulah, Dian memutuskan kembali pulang ke Tegal.

Ketika berada di Tegal, Dian beberapa kali bertandang ke rumah Ali dan tinggal di sana berhari-hari. Hingga akhirnya, kedua orang tuanya menjemput paksa Dian.

“Saya kira, anak saya bekerja di tempatnya Ali. Sebab, dulu Ali seorang pengusaha logam pembuatan onderdil kapal. Tapi ternyata, Ali itu teroris,” sesalnya.

Menurut Sutopo, terakhir kali Dian meninggalkan rumahnya pada 8 Desember 2015. Dian memilih tinggal di rumah Ali beberapa hari, sebelum akhirnya berangkat ke Jakarta.

“Dian ke rumah Ali naik motor sendiri,” terang Sutopo.

Sejak Dina berangkat ke Jakarta, Sutopo mengaku, tidak pernah berkomunikasi lagi dengan anaknya. Sutopo tak kehilangan akal. Dia bolak-balik mendatangi rumah Ali menanyakan keberadaan anaknya itu.

Saat ditanya, Ali selalu menjawab tidak tahu. “Kata Ali, Dian malah sudah pergi ke luar Jawa.”

Setelah beberapa hari tidak mendapat kabar tentang anaknya, tiba-tiba rumah Sutopo didatangi sejumlah anggota polisi. Dia terkejut karena ternyata anaknya menjadi salah satu pelaku pengeboman di Sarinah, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

“Saya sudah ikhlas, tapi saya masih tidak terima dengan pak Ali. Karena saya yakin sekali dia yang membuat Dian terjerumus seperti ini. Kalau ketemu dia, akan saya tonjok,” tandasnya. (SFA)

Sumber: Radar Tegal

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: