Amerika

Oposisi Moderat Gabung Teroris Jabhat Al-Nusra

Ahad, 08 Mei 2016

NEW YORK,  Salafynews.com  –  Hasil investigasi media elektronik mainstream Amerika Serikat “Wall Street Journal” telah sampai pada kesimpulan bahwa banyak dari para pendukung “oposisi moderat”  bergabung di barisan teroris takfiri di Suriah.

Surat kabar itu telah melakukan serangkaian wawancara dengan perwakilan dari oposisi Suriah. Dijelaskan bahwa anggota penting dari oposisi moderat yang didikung oleh barat dan Saudi kini berafiliasi dengan kelompok -yang dianggap oleh sebagian besar negara-negara dunia sebagai- teroris, akibat kekalahan telak yang diderita oleh oposisi moderat baru-baru ini. (Baca: Putin: Tidak perlu membedakan antara ‘moderat’ & teroris lainnya)

Berkaitan dengan hal itu, “Wall Street Journal” dalam sebuah artikel yang dirilis, Jumat (06/05), menyebutkan bahwa “beberapa pemimpin pemberontak moderat memperingatkan akan kebuntuan dalam proses diplomatik dan dimulainya kembali serangan udara di wilayah yang dikuasai para penentang pemerintah, meminta orang-orang itu pergi menuju  ke pangkuan para ekstremis, termasuk ada diantara mereka anggota dari kelompok Jabhah Al-Nusrah yang merupakan cabang dari al-Qaeda di Suriah. Dewan Keamanan PBB telah memasukkan Al-Qaeda ke dalam daftar organisasi teroris dan membuatnya keluar dari proses negosiasi dengan pemerintah Suriah.

Nasib para pemberontak moderat di Suriah memainkan peranan penting sekaitan dengan kebijakan yang diambil oleh pihak AS di wilayah tersebut, sitat Wall street. “penarikan diri para pemberontak dari melawan (pemerintah Suriah) atau upaya penyatuan sejumlah kelompok Islam ekstremis yang memerangi rezim, akan membuat Amerika Serikat kehilangan kesempatan untuk dapat mempengaruhi hasil perang dan akan mengakibatkan hilangnya sekutu potensial dalam memerangi ISIS”.

Ditambahkan bahwa “sebagian besar pemberontak enggan untuk menghadapi Jabhah Al-Nusrah, karena kelompok teroris tersebut memiliki sejumlah besar personel pria yang berasal dari beberapa daerah dan kota yang sama”.

Artikel itu menjelaskan bahwa para pemberontak moderat memegang kendali di sejumlah daerah Suriah atau di tanah sendiri dalam jumlah  besar militan Jabhah Al-Nusrah. Itulah sebabnya mereka terpaksa mengkoordinasikan operasi mereka dengan kelompok tersebut dan berbagi sumber daya mereka yang terbatas. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: