Editorial

Pandu Wijaya Hina Gus Mus “Bid’ah Ndasmu”

hina-gus-mus

Kamis, 24 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Cuitan Gus Mus tentang para pendemo yang akan dilakukan pada 2 Desember, dengan melakukan shalat Jum’at di jalan mendapat jawaban dari salah satu anak muda dengan akun twitter @panduwijaya_ dengan kata-kata yang tak pantas, dan menghina tokoh besar NU. (Baca: Sheikh Azhar: Wahabi Cap Kafir Semua Muslim dan Ulama)

Hina Gus Mus

Para tokoh muda NU serentak menjawabnya:

akhmad sahal [email protected]_AS Orang ini > @panduwijaya_ < kasar sekali memaki Gus Mus. Konon sih karyawan BUMN Adhikarya. Cc. @fadjroeL

Ahmad HelmyFaishal Z [email protected]_Faishal_Z  Semoga engkau bertobat @panduwijaya_ Berlaku tdk sopan terhadap guru kami. Boleh berbeda pendapat,tp tetap jaga akhlaq. Anda sdh kurangajar.

Pandu Wijaya

Setelah ditelusuri akun @panduwijaya_ saat ini dikunci oleh pemiliknya, menurut data yang beredar di medsos  yang diambil sebelum akunnya terkunci dia bekerja di bagian Quantity Surveyor/Estimator at CV. Pandu Karya and Quantity system at PT Adhi Karya Tbk, lulusan Poltek Negeri Malang, dan pernah sekolah di SMA 2 Probolinggo, Asal Probolinggi. (Baca: Kafirkan Ulama Aswaja Ustad Wahabi di Gerebek Laskar Ahlissunnah Malang : Video)

photo426014490831727213Berikut kultwet Gus Mus dan jawaban anak muda itu:

  1. Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum’atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar.
  2. Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID’AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran.
  3. Kalau benar, apakah dalil Quran dan Hadisnya? Apakah Rasulullah SAW, para sahabat, dan tãbi’iin pernah melakukannya atau membolehkannya?
  4. Kalau benar, apakah salat TAHIYYATAL MASJID diganti salat TAHIYYATAT THÃRIQ atau TAHIYYATASY SYÃRI’?
  5. Kalau kabar itu benar, kepada saudara2ku muslim yg percaya bahwa aku tdk punya kepentingan politik apa pun, kuhimbau untuk memikirkan hal
  6. ini dg pikiran jernih. Setelah itu silakan anda bebas utk melakukan pilihan anda. Aku hanya merasa bertanggungjawab mengasihi saudaraku.
  7. In uriidu illal ishlãha mãs tatha’tu wamã taufiiqii illa biLlãhil ‘Aliyyil ‘Azhiim…

(Artinya kurang lebih: Aku hanya berniat (ber)baik semampuku; taufikku hanya dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur dan Agung)

Menurut Gus Mus, ini bagian dari mengasihi sesama muslim. Kalau ada yang justru merasa lain, beliau serahkan kepada Allah yang Maha Tahu.

@panduwijaya_ dulu gk ada aspal gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasulullah hijrah ke madinah. Bid’ah Ndasmu.

Twitter

Gus Mus adalah tokoh Islam Nusantara dan NU yang memiliki kearifan dan penuh kasih beliau menulis dalam akun facebooknya sesaat setelah dihina oleh anak kemarin sore itu dengan kata-kata bijaknya:

“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan. :-)”.

Kata Bijak Gus Mus

Namun anak muda muda itu meminta maaf di akun twitternya @panduwijaya_ “Nyuwun pangapunten atas kesalahan dalem, mugi2 @gusmugusmu lan santriniun maringi ngapunten”.

Ini sebuah pelajaran bagi kita bahwa silahkan aja tidak se ide dan sejalan dengan pemikiran orang lain namun akhlak dan tata krama yang sesuai agama kita harus di jaga. (SFA)

3 Comments

3 Comments

  1. Ruang Islam

    November 25, 2016 at 12:43 am

    Tanganku gatel kepingin nempeleng ndase pandu

  2. Agus Haryanto

    November 25, 2016 at 1:43 pm

    Cuitanmu harimaumu dan kebodohanmu, makanya kalau mau nulis otaknya mikir dulu…

  3. rocano

    November 25, 2016 at 3:12 pm

    manusia labil seperti pandu inilah yang ditakutkan ikut2an demo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: