Internasional

Pangeran Mohammad: Perang Usai, Asal Hadramaut Tunduk pada Kedaulatan Saudi

Salafynews.com – Pangeran Mohammad bin Salman, Menteri Pertahanan dan Wakil Putera Mahkota Arab Saudi, dalam keputusan pertamanya sejak ia menduduki posisi ini menyatakan, Arab Saudi siap untuk mengumumkan penghentian perang dan gencatan senjata, asalkan provinsi Hadramout tunduk kepada kedaulatan Saudi, seperti dilansir laman Lahj News, Senin (4/5).

Pangeran itu dalam ucapannya menyinggung bahwa serangan-serangan udara telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan fase pertama perang telah berakhir. Ia menambah Arab Saudi sangat membutuhkan kontrol terhadap Laut Arab, dan itu merupakan tujuan utama dari serangan-serangan ini terhadap Yaman.

“Pengalihan provinsi Hadramout ke kedaulatan Arab Saudi dan menghubungkannya melalui pelabuhan Mukalla adalah syarat utama gencatan senjata di Yaman,” tegas Menhan Saudi yang memprakarsai agresi ke Yaman bertajuk operasi “Decisive strom”.

Putera Raja Salman itu mengatakan, “Sejak lama kita berupaya menerapkan kebijakan ini di lapangan, dan kami berencana untuk memperpanjang pipa minyak dari Arab Saudi ke Mukalla dan menyampaikan minyak Saudi ke wilayah perairan Teluk India. Perjanjian ini telah disetujui dan ditandatangani  sebelumnya oleh Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.”

Kini Arab Saudi tidak lagi mampu mengelola perang Yaman dan tidak mampu mewujudkan kemenangan pada rakyat Yaman serta membasmi Ansharullah.

Dan kini, kerajaan ini tengah berupaya mengamankan ambisi dan hak-hak istimewa serta pencapaian keuntungan lebih besar yang diperoleh dari rakyat Yaman agar dapat memiliki  surat-surat negosiasi melalui negosiasi  yang diperkirakan akan terlaksana pada waktu mendatang.

Perang dimulai dengan tujuan suci membela al-Haramain dari ancaman keamanan. Negara-negara Muslim diajak berpartisipasi membela entitas Islam ini dan berkoordinasi serta berkoalisi dengan Arab Saudi. Tetapi perang ini telah berubah menjadi ekspansi geografis dan regional serta ambisi yang tidak logis dari negara yang menyerukan genderang perang.

Melalui serangkaian peristiwa  itu tampak kepada kita bahwa Al Saud meminta bantuan para pemimpin Arab untuk mendukung mereka dalam pertempuran melawan Yaman, terutama kepada Abdel Fattah al-Sisi dan Emir Uni Emirat Arab. Ia juga memanfaatkan mereka untuk kepentingan pribadi  serta melindungi wilayah mereka saja.

Mohammad bin Salman dalam ambisinya membagi Yaman, mengklaim akan menjaga kesatuan Kesultanan Oman dan tidak akan menggoyahkan kesatuan, keamanan dan stabilitasnya. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk memperluas lingkaran sempit di negara ini. (ss)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: