Asia

Pasca Sebut Dr Zakir Naik “Setan”, Kantor Politikus Malaysia Diserang Bom

13 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, MALAYSIA – Sebuah bom api pada hari Selasa (12/04) kemarin, dilemparkan ke kantor seorang politikus senior di negara bagian Penang, Malaysia, setelah ia menggambarkan kunjungan seorang pengkhotbah yang selalu menebar kebencian, Zakir Naik, sebagai “Setan”.

Pejabat negara mengatakan tidak ada korban luka-luka maupun kerusakan akibat serangan  bom yang terjadi di pagi hari tersebut. (Baca: Rais ‘Aam PBNU; Wahabi, Salafy, ISIS Ngaku-Ngaku Ahlusunnah)

Wakil Menteri Kepala Negara, P. Ramasamy, mengatakan bahwa serangan itu mungkin dipicu oleh posting Facebook-nya akhir pekan lalu yang mengomentari tentang pengkhotbah Zakir Naik.

“Ini mungkin berhubungan dengan komentar saya yang menyatakan Zakir sebagai Setan,” katanya kepada AFP.

Ramasamy menyatakan bahwa Zakir, seorang warga negara India, selalu memberikan pidato yang dirancang untuk mempromosikan kebencian terhadapa agama lain. “Postingannya tidak diarahkan terhadap Islam atau Muslim tetapi melawan orang-orang  tertentu,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Malaysia umumnya mempraktekkan Islam moderat di kalangan masyarakat yang mayoritas Melayu, tapi pandangan konservatif yang dipengaruhi ideologi salafi wahabi (Baca: Dr Zakir Naik Sebarkan Wajah ‘Islam’ Ala Wahabi) telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kaum minoritas terutama etnis India dan Cina mengeluhkan apa yang mereka lihat sebagai pemaksaan Islamisasi ini. Ketegangan agama meningkat di tahun 2010 setelah tiga gereja diserang dengan bom api, menyebabkan kerusakan besar, dikarenakan para penyerang yang merupakan ekstremis yang berkedok Islam berusaha untuk mencegah orang-orang Kristen menggunakan kata “Allah”.

Zakir, 50 th, adalah seorang pengkhotbah Islam tentang perbandingan agama.

Ramasamy, yang juga ketua Penang Hindu Endowment Board, dengan terang-terangan menentang program yang direncanakan oleh putra Zakir, yang juga seorang pengkhotbah, di negara bagian Penang pada 15 April.

Pada hari Minggu polisi melarang Zakir memberikan khotbah di sebuah universitas di negara bagian selatan Malaka menyusul keluhan dari kelompok minoritas. Ia telah merencanakan untuk berbicara tentang “Kemiripan antara Hindu dan Islam”. (Baca: Warga, Ulama dan Tomas Usir Kelompok Wahabi yang Ingin Rebut Masjid NU:Video)

Kepala polisi nasional malaysia, Khalid Abu Bakar, mengatakan dalam tweetnya pada hari Senin (11/04) bahwa pelarangan Zakir itu demi memastikan ketertiban umum. “Tujuannya adalah untuk melindungi “ketertiban umum dan kepekaan agama di Malaysia”, tulisnya, dikutip dari France24 (12/04).

Isu-isu terkait dengan ras, agama dan bahasa dianggap sensitif di Malaysia, semenjak kerusuhan mematikan terutama antara etnis Melayu dan Cina pada tahun 1969. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: