Internasional

PBB Peringatkan Peningkatan Kekerasan Terhadap Anak di Zona Perang

Jum’at, 03 Juni 2016,

NEW YORK, SALAFYNEWS.COM – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah menyatakan keprihatinan serius atas kenaikan perekrutan dan pembunuhan anak-anak di negara-negara konflik dari berbagai belahan dunia selama tahun terakhir.

Dalam laporan tahunan tentang anak-anak dan konflik bersenjata yang dirilis pada hari Kamis (2/06), Ban menyatakan terkejut tentang situasi yang mengerikan dari anak-anak di negara-negara yang dilanda perang terutama di Afghanistan, Suriah, Yaman, Irak, Somalia dan Sudan Selatan. (Baca: TERBONGKAR! Dokumen Kesepakatan Jutaan Dolar UEA dan AS Sewa Tentara Bayaran di Yaman)

Nama-nama laporan puluhan kelompok bersenjata, beberapa pasukan keamanan pemerintah dan aliansi militer yang melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak pada tahun 2015.

Laporan itu juga termasuk kelompok-kelompok bersenjata seperti al-Qaeda, militan al-Shabab di Somalia, Boko Haram di Nigeria, Taliban di Afghanistan dan pasukan pemerintah Sudan Selatan dalam daftar dari pihak yang terlibat menculik anak-anak.

Ban juga mengatakan dalam dokumen bahwa serangan udara oleh aliansi militer internasional telah membunuh banyak anak-anak dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan itu, Afghanistan mencatat jumlah tertinggi korban anak pada tahun 2015, sejak PBB mulai mendokumentasikan kematian warga sipil dan luka-luka pada tahun 2009. Badan dunia telah memverifikasi 1.306 insiden yang mengakibatkan 2.829 korban anak, yang terdiri dari 733 orang tewas dan 2.096 terluka.

Laporan ini sebagian besar adalah warga sipil, termasuk anak-anak, telah tewas dalam serangan udara pimpinan AS di berbagai bagian Afghanistan selama beberapa tahun terakhir. (Baca: Algojo “Bulldozer ISIS” Muncul Dalam Video Eksekusi Terbaru di Yaman)

Selain itu, PBB juga memasukkan Arab Saudi ke dalam daftar hitam atas keterlibatannya dalam agresi militer terhadap Yaman, yang lebih dari satu tahun.

Laporan itu mendesak rezim Riyadh untuk bertanggung jawab atas membunuh anak-anak, dan menyerang sekolah-sekolah dan rumah sakit di negara Arab miskin itu.

Arab Saudi dan negara-negara pendukung kampanye di Yaman yang bertanggung jawab atas 60 persen kematian anak-anak dan cedera tahun lalu, menewaskan 510 orang dan melukai 667 lainnya, menurut laporan Ban.

Selain itu, dokumen PBB menunjukkan sekitar 10.000 anak-anak Yaman, di bawah usia lima tahun, telah kehilangan nyawa mereka pada tahun lalu karena “penyakit yang semestinya dapat dicegah”.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar anak-anak yang direkrut oleh kelompok teror ISIS untuk berjuang bersama anggota Takfiri di Suriah juga tewas.

Teroris ISIS juga telah menculik ratusan anak-anak dari kota Irak utara, Mosul, dan menggunakannya untuk kegiatan teroris.

Anak-anak yang diculik, dipindahkan ke pusat-pusat pelatihan militer dan pencucian otak.

Sekjen PBB meminta semua pihak yang bertikai untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah perekrutan, pembunuhan, penculikan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang terjebak dalam konflik dan perang. Dia memperingatkan bahwa pihak yang melanggar hak-hak anak “akan menemukan diri mereka di bawah pengawasan PBB.” (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: