Nasional

PBNU; Kerusuhan Tolikara Sudah Direncanakan

PAPUA, Salafynews.com – Insiden kerusuhan yang terjadi saat Sholat Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua bukan karena faktor spontanitas, tetapi sudah direncanakan sebelumnya.

Kisruh wamnea“Sudah jelas dan berdasarkan Pancasila bahwa tidak ada satu daerah pun di Indonesia yang melarang melaksanakan ibadah suatu umat agama,” kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf, ketika dihubungi Senin (20/7/2015) pagi.

Menurut Slamet, tindakan tersebut merupakan aksi nyata dari kelompok tertentu yang disesalkan karena merusak iklim kerukunan yang selama ini dibina, khususnya umat Islam dan Kristen.

Slamet juga berpendapat bahwa tindakan itu bukan spontanitas, melainkan terencana dari kelompok tertentu. Untuk itu, NU mendesak pemerintah lewat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegur Bupati Tolikara atas insiden yang terjadi.

Namun, Slamet juga mengimbau kepada umat muslim di seluruh Indonesia untuk menahan diri dan memberi kepercayaan penuh terhadap aparat keamanan dalam menangani masalah tersebut.

“Ini memang sangat menyakitkan umat Islam, tapi jangan sampai terpancing, apalagi melakukan pembalasan. Jangan sampai kebrutalan dibalas kebrutalan karena agama manapun melarangnya,” ucap Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu

Pada Jumat (17/7) pukul 07.00 WIT, bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah, sekelompok massa yang diduga berasal dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) ditengarai menyerang sekelompok umat muslim yang sedang sholat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. [SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: