Headline News

Pelaku Bom Molotov Samarinda dari Jaringan Teror Lama di Indonesia

pelaku-bom-samarinda
#prayforsamarinda

Senin, 14 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, SAMARINDA – Minggu 13 November 2016 kembali lagi terjadi teror dengan menggunakan bom molotov, kali ini terjadi di kota Samarinda dan targetnya adalah sebuah gereja, tak ayal korban pun bergelimpangan, ada 4 orang korban yang masih BALITA, mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuh, meskipun pelaku berhasil ditangkap dan sudah diamankan, namun peristiwa ini tetaplah akan selalu dikenang, dan mencoreng ke Bhinekaan kita, Akankah kasus seperti ini bisa dihilangkan dari negara kita? Berdasarkan informasi yang dihimpun, Joh terlibat dalam peledakan bom buku di Jakarta pada 2011. (Baca: Ledakan Keras di Depan Gereja Oikumene Samarinda Berasal dari Bom Molotov)

Balita Korban Bom Molotov Samarinda

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku bernama Joh alias Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, 32 tahun, pernah menjalani hukuman pidana 3,5 tahun pada 2012 (berdasarkan putusan pengadilan negeri Jakarta Barat nomor: 2195 / pidsus/2012/PNJKT.BAR, tanggal 29 Feb 2012.) dan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 Juli 2014. “Pelaku sudah ditangkap. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya,” kata Tito kepada seperti dilansir Tempo, Ahad, 13 November 2016. (Baca: Pelaku Bom Gereja Oikumene Samarinda Berkaos Jihad Way of Life)

Juhanda merupakan anggota kelompok pelaku teror bom buku yang dipimpin Pepi Fernando. Kelompok ini melakukan aksi-aksi mereka pada Maret 2011. Pepi Fernando divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012.

Tak diketahui apa aktivitas Juhana setelah dibebaskan dari penjara pada 28 Juli 2014. Belakangan Juhana tinggal di sebuah masjid di Kelurahan Sengkotek, di sekitar Gereja Oikumene.

Juhana juga bergabung dengan kelompok Jemaah Ansyarut Tauhid (JAT) yang didirikan Abubakar Baasyir, terpidana kasus terorisme yang sudah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ketika dia mendekam di Nusakambangan. Pada 16 April 2016, pemilik Pesantren Ngruki, Sukoharjo, itu dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. “Kami akan kembangkan penyidikannya,” ucap Tito.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, J diduga terkait jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kalimantan Timur yang memiliki koneksi dengan jaringan Anshori Jawa Timur. (Baca: Kepala BNPT: Bom Solo Imbas dari Konflik Timur Tengah)

Pasca kejadian, tim Gegana dan satuan reserse Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara. “Tim gegana dan reserse sedang melakukan olah TKP,” kata Agus. (Baca: Wahabi Sekte Pembawa Bencana dan Pencipta Teroris)

Sedikitnya empat orang yang merupakan anak-anak dan balita, terluka akibat ledakan yang berasal dari sebuah tas diduga berisi bom molotov yang dilempar pelaku Joh. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: