Internasional

Pembatasan Impor Bahan Pokok, Saudi Akan Membunuh Rakyat Yaman

Salafynews.com – PBB telah memperingatkan tentang konsekuensi dari pembatasan impor bahan makanan dan kebutuhan pokok ke Yaman , diakibatkan serangan udara mematikan Saudi dan sekutunya terus menghambat operasi bantuan di negara Arab yang dilanda perang.

“Jika pembatasan impor komersial makanan dan bahan bakar, maka akan membunuh anak-anak lebih dari peluru dan bom dalam beberapa bulan mendatang,” kata Duta Anak PBB (UNICEF) pada hari Jumat.

Juru bicara UNICEF, Christophe Boulierac “pasokan bahan bakar mungkin habis dalam waktu kurang dari seminggu di Yaman”, bahaya kekurangan bahan bakar yang parah di negeri ini berakibat akan menghambat alat transportasi bantuan dan rumah sakit beraktifitas.

“Akses Kemanusiaan ke banyak daerah sangat sulit dan kami sering diblokir,” kata pejabat PBB.

Christophe Boulierac

Christophe Boulierac – Duta Anak PBB (UNICEF)

Boulierac lebih lanjut mencatat bahwa 120.000 anak-anak Yaman berada pada risiko kekurangan gizi akut selama tiga bulan ke depan, dalam pelayanan kesehatan tidak berjalan dengan baik akibat kurangnya alat-alat medis, serta kampanye imunisasi bertujuan untuk melindungi jutaan anak-anak terhadap penyakit menular tidak bisa dimulai.

Dia juga memperingatkan bahwa 2,5 juta anak balita beresiko tertular diare dan penyakit menular lainnya, infrastruktur utama di Yaman rusak parah termasuk pasokan air dan pelayanan kesehatan, terputus.

Arab Saudi meluncurkan agresi militer terhadap Yaman pada 26 Maret – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan untuk mengembalikan kekuasaan buronan negara Abd Rabbuh Mansur Hadi mantan presiden Yaman sekutu setia Riyadh.

Yemen Child

Anak-Anak Yaman Melihat bangunan yang hancur oleh rudal Saudi..

UNICEF mengeluarkan laporan ini karena rezim Al Saud telah memberlakukan blokade pada pengiriman pasokan bantuan kepada orang-orang yang dilanda perang Yaman, yang dikecam oleh kelompok-kelompok bantuan internasional.

Pada tanggal 1 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan lebih dari 1.200 orang tewas dan 5.044 lainnya luka-luka di Yaman, mulai19 Maret sampai April 27. Ratusan wanita dan anak-anak yang menjadi korbannya, menurut badan kesehatan PBB.(SM)

Sumber : UNICEF

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: