Internasional

Pemimpin Hamas Dukung Intifada di Timur Al-Quds

GAZA, Salafynews.com – Pemimpin senior Hamas Ismail Haniyeh mengatakan warga Palestina di Jalur Gaza mendukung Intifada (perlawanan) di Timur al-Quds (Yerusalem) melawan Israel.

“Pesan dari kami yang terluka adalah bahwa Gaza, meskipun jauh dan mendapat penderitaan yang mendalam akibat pengepungan dan perang, masih berdiri di balik pertempuran Yerusalem, dan bahwa Gaza adalah jantung Intifada Yerusalem,” kata Haniyeh, Kamis (15/10/15).

Jalur Gaza telah berada di bawah pengepungan Israel yang melumpuhkan sejak tahun 2007. Blokade telah memotong wilayah ini dari dunia luar, yang menyebabkan krisis ekonomi dan kemanusiaan di daerah padat penduduk.

Pejabat senior Palestina membuat pernyataan selama kunjungan ke rumah sakit al-Shifa, tempat warga Palestina yang telah ditembak dan terluka oleh pasukan Israel selama bentrokan baru-baru ini di dekat perbatasan Gaza.

Haniyeh lebih lanjut mencatat bahwa Intifada Yerusalem telah mengirimkan pesan bahwa Yerusalem bukan garis merah, melainkan strategi dalam konflik dengan Israel.”

“Gaza tidak akan menarik kembali atau menyerah perannya dalam melindungi Yerusalem dan Masjid al-Aqsa,” katanya.

Pekan lalu, Haniyeh mengatakan gelombang bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Timur Al-Quds merupakan Intifada terhadap rezim Tel Aviv.

Bulan lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga memperingatkan Israel akan Intifada lain dengan meningkatnya bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Timur al-Quds.

Menurut laporan media Palestina, setidaknya 33 warga Palestina dan beberapa warga Israel tewas dalam bentrokan selama dua minggu terakhir.

Pasukan Israel memberlakukan banyak pembatasan terhadap gerakan Palestina di Timur al-Quds pada hari Kamis, memblokir pintu masuk ke sejumlah wilayah di Palestina dan mendirikan banyak hambatan.

Ketegangan mematikan baru-baru ini antara rezim Tel Aviv dan Palestina dipicu oleh pasukan Israel yang membatasi masukannya warga Palestina ke dalam kompleks Masjid al-Aqsa di Timur al-Quds pada tanggal 26 Agustus lalu dan seringnya serangan oleh pemukim Israel ke masjid.

Palestina marah terhadap kekerasan oleh pemukim dan rencana Israel untuk mengubah status quo masjid, yang merupakan tempat suci ketiga Islam setelah Masjid al-Haram di Mekkah dan Masjid al-Nabawi di Madinah. [Sfa/Ptv]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: