Asia

Pemimpin Senior Abu Sayyaf Tewas Saat Bentrokan dengan Polisi Malaysia

Minggu, 11 Desember 2016

SALAFYNEWS.COM, MALAYSIAPasukan keamanan Malaysia telah berhasil membunuh seorang pemimpin senior Abu Sayyaf, kelompok teroris Takfiri yang berbasis di Filipina, dalam baku tembak di lepas pantai, provinsi timur Sabah, dekat pulau Kalimantan, kata militer Filipina.

Kematian Abraham Hamid adalah “pukulan besar” bagi Abu Sayyaf, kata juru bicara militer Filipina Mayor Filemon Tan, pada hari Sabtu (10/12). (Baca: Duterte: Teroris Abu Sayyaf Bangun ke Khalifahan di Asia Tenggara)

“… Itu dinetralisir salah satu bandit terkenal dan akan menurunkan kemampuan mereka dalam penculikan di masa depan,” tambah juru bicara itu.

Dia juga melanjutkan bahwa dua teroris lainnya juga tewas bersama Hamid dalam baku tembak dengan polisi Malaysia di kota Lahad Datu pada Kamis malam. Dua militan lainnya juga ditangkap dalam insiden itu.

Para militan menculik nakhoda dua kapal nelayan ketika mereka berhadapan dengan pasukan keamanan Malaysia. Konfrontasi berlangsung sekitar 20 menit. Pencarian berlanjut setelah dua penculik yang tersisa melarikan diri dari TKP.

Pimpinan Abu Sayyaf yang tewas terlibat dalam penculikan mematikan, ketika beberapa orang asing diculik di resor wisata volatile di selatan Filipina. Dua dari korban penculikan kemudian dipenggal setelah uang tebusan yang diminta tidak dibayar. (Baca: ‘Mujahidin’ IDOL Ala Media Radikal: Arrahmah, Kiblat, Panji Mas, Voa-Islam)

Kkomisaris Polisi Sabah Abdul Rashid Harun mengatakan operasi anti-teror menganggap konfrontasi langsung pertama pemerintah Malaysia dengan Abu Sayyaf dalam penculik lepas pantai di timur Sabah.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memuji pasukan keamanan, dan mengatakan Kuala Lumpur dan Manila akan bekerja sama dalam mengakhiri penculikan. 

“Jangan memberi ruang apapun kepada penjahat untuk merambah ke wilayah negara dan menyebabkan kekacauan. Lanjutkan penjagaan terhadap perairan, perbatasan dan kedaulatan,” kata Perdana Menteri Malaysia dalam sebuah posting blog. (Baca: Fakta Media Radikal Pro Teroris Hancurkan Islam dan NKRI)

Pulau Jolo dan Basilan di barat daya Filipina, adalah surga bagi kelompok teroris Takfiri untuk persembunyian setelah melakukan operasi pemboman, penculikan, pembunuhan dan pemerasan sejak berdirinya pada tahun 1991 dengan dana dari dari al-Qaeda. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: