Internasional

Penggunaan Tentara Bayaran Untuk Tutupi Kekalahan Saudi di Yaman

11 Januari 2016

RIYADH, SALAFYNEWS.COM – Setelah hampir satu tahun agresi terhadap rakyat Yaman, tentara Arab Saudi tampak melemah dan membuat para prajuritnya meninggalkan medan perang di Najran, Jizan serta melarikan diri dari serangan militer Yaman. Para komandan militer Saudi terpaksa menggunakan tentara bayaran untuk berperang di dalam wilayah Saudi, sebagai ganti dari tentara lokal.

Arab Saudi merupakan negara Arab terbesar kedua, memiliki luas 2.240.000 kilometer persegi, menempati tempat pertama di dunia dalam cadangan minyak, produksi dan ekspor minyak. Arab Saudi merupakan bagian terbesar Semenanjung Arab dengan populasi 28.830.000 orang, sementara 233.000 dari mereka adalah tentara Saudi, di samping itu masih ada pasukan cadangan aktif dengan perkiraan populasinya sekitar 25 ribu orang, belum lagi 100 ribu elemen dalam jajaran Garda Nasional.

Saudi merupakan negara Arab kedua dan ke-25 di dunia dalam masalah kemampuan persenjataan, mereka memiliki 1.095 tank dan 652 pesawat, negara urutan ketiga di dunia dalam masalah besarnnya anggaran militer yang dikeluarkan, dengan total belanja militer sebesar 57 juta dolar US pada tahun 2015.

Semua kekuatan ekonomi dan militer tersebut telah digunakan oleh rezim Al-Saud dalam perang terhadap Yaman. Namun mereka sama sekali tidak mendapatkan keuntungan darinya, sebaliknya hal itu malah membuat mereka memohon perlindungan kepada banyak negara yang secara ukuran dan kekuatan masih jauh dibawah mereka. Arab Saudi juga berlindung kepada beberapa perusahaan internasional yang berkompeten dalam “pertumpahan darah”, untuk melawan pasukan rakyat Yaman.

Laporan menunjukkan bahwa Arab Saudi membawa 2.100 tentara asal Senegal sebagai tentara bayaran untuk berjuang bersama pasukan mereka dan menyewa setidaknya 250 tentara yang persenjatai oleh Chad secara rahasia, selain itu mereka menyewa ratusan tentara bayaran dari Kolombia sebagaimana keterangan dari pensiunan Mayor Jenderal Kolombia “Jaime Ruiz ” kepada radio lokal Kolombia.

Dia juga mengatakan bahwa “sejumlah besar mantan tentara Kolombia bekerja di jajaran pasukan koalisi di bawah pimpinan Arab Saudi”, beberapa surat kabar Kolombia menyebutkan perkiraan total tentara bayaran Kolombia yang berjuang bersama Saudi di Yaman sekitar 800 personil.

Semua transaski sewa militer dengan beberapa negara dan perusahaan, menunjukkan tingkat penurunan tentara Saudi dan kekalahan yang dialami dalam agresi liarnya terhadap bangsa Yaman, serta menunjukkan betapa rendahnya moral para prajurit yang melarikan diri dari medan perang. (SFA/AS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: