Internasional

Perang “Menggigit” Tentara Suriah di Aleppo

Selasa, 04 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya, Minggu (02/09), telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam menghadapi militan di Utara Aleppo, dengan dukungan dari Angkatan Udara Rusia, seperti yang dilaporkan Observatorium Suriah untuk hak asasi manusia.

Observatorium Suriah (SORH) mengatakan kepada AFP, bahwa pasukan pemerintah Suriah telah berhasil mencapai kemajuan di Utara Aleppo, setelah kemajuannya di daerah al-Shokaif hingga daerah Hellok yang telah sebelumnya dikuasai oleh militan, dan lingkungan yang berdekatan dengan Bustan al-Qasr, sisi utara Aleppo. (Baca: Tentara Suriah Kuasai Kamp Handarat, Utara Aleppo)

Dilaporkan bahwa kemajuan yang dicapai oleh tentara Suriah ini didahului dengan kemajuan pada sektor wilayah udara di mana pesawat Rusia telah berhasil menguasai wilayah konflik di utara dan pusat kota Aleppo. Di samping itu, tentara Suriah dan sekutunya dalam tiga hari terakhir telah terlibat pertempuran besar melawan militan setelah dimulainya dua operasi paralel di utara dan pusat Aleppo.

Menurut Observatorium Suriah, Minggu (02/09), terjadi konfrontasi sengit antara pasukan Suriah dengan militan di kawasan tepi utara wilayah Hellok, dan di dua kawasan Sulaiman al-Halabi dan Bustan al-Basha di pusat kota Aleppo.

Sementara itu, tentara Suriah dan sekutunya melanjutkan politik “Menggigit” pada daerah-daerah yang telah dikuasai kelompok militan, sebagaimana yang disebutkan sumber-sumber militer bahwa tujuan militer Suriah pada tahap berikutnya adalah menguasai Bustan al-Basha dan Sakhour. Tentara Suriah juga mengumumkan pada 22 September lalu bahwa mereka akan memulai serangan militer dengan tujuan mengambil alih kawasan  timur Aleppo dari cengkeraman kelompok militan. (Baca: Koalisi Teroris di Aleppo Diambang Kehancuran)

Pertempuran Aleppo ini terjadi di saat meningkatnya ketegangan antara AS dan Rusia bersamaan dengan berakhirnya dialog antar kedua belah pihak mengenai konflik Suriah yang menemui jalan buntu.

Pada Sabtu malam (01/09), Kementrian Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov melakukan pembicaraan melalui saluran telepon dengan rekannya dari AS John Kerry. (Baca: Lavrov: Kami Tak Akan Tunda Lagi Hajar Siapapun yang Berkomplot dengan Teroris)

Kemnterian Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menegaskan tentang sikap AS yang menurutnya yang tidak bisa diterima, dimana kelompok oposisi yang dipimpin Barat bersikap toleran terhadap al-Nusroh dan menunda negosiasi yang berkaitan dengan kebijakan penyelesaian krisis Suriah, yang mengarah kepada Jabhat Fateh al-Syam, yang sebelumnya dikenal dengan nama Jabhat al-Nusra. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: