Internasional

Perang Sektarian Untungkan Zionis Israel

Salafynews.com, DUNIA ISLAM – Perang sektarian dan etnik yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah telah mengalihkan perhatian umat Islam dari kekejaman rezim Israel.

“Jika umat Islam bersatu dan mengandalkan persatuan mereka sendiri, mereka pasti menjadi satu kekuatan besar dalam kancah politik internasional, tetapi kekuatan besar telah memecah belah umat Islam demi mengejar kepentingan mereka sendiri dan menjaga rezim Zionis [Israel ], “kata Pemimpin Revolusi Iran, Khamenei.

Ia juga menambahkan bahwa pejabat yang tidak layak di negara-negara Muslim tertentu mendukung rezim Isarel yang “tidak sah”, mencatat bahwa kekuatan arogan menciptakan kelompok teroris “kriminal” seperti al-Qaeda dan ISIS.

Dia menekankan pentingnya memperkuat persatuan di antara negara-negara Muslim, dan mengatakan Syiah dan Muslim Sunni telah lama hidup berdampingan secara damai di wilayah tersebut.

“Berkenaan dengan isu-isu regional seperti Irak, Suriah, Yaman, Lebanon dan Bahrain, Republik Islam Iran tidak mengejar kepentingannya sendiri tetapi yakin para pembuat keputusan utama di negara ini adalah negaranya sendiri dan negara lain tidak punya hak untuk mencampuri dan membuat keputusan, “ katanya.

Perang_Sektarian_Untungkan_Zionis_IsraelKhamenei menunjukkan kebijakan kekuatan arogan di Yaman, dengan mengatakan AS mendukung mantan presiden (Mansour Hadi) negara Arab yang meninggalkan negaranya pada saat yang sensitif.

Dia menambahkan bahwa kekuatan arogan juga berusaha untuk menggulingkan pemerintah rakyat di Irak, menabur perselisihan di antara umat Islam dan memecah negara, tetapi kebijakan dukungan Republik Islam terhadap Irak ini didasarkan pada pemerintahan yang demokratis, menolak perang sipil dan membela keutuhan wilayah Irak.

Kekuatan arogan berniat untuk menggulingkan pemerintah Suriah yang sangat menolak rezim Israel, Pemimpin mengatakan, bahwa Iran menganggap negara anti-Zionis berguna bagi dunia Muslim.

Khamenei sekali lagi menegaskan kembali dukungan Iran bagi gerakan perlawanan Libanon karena keberanian dan ketahanannya dalam melawan kekuasaan agresif.

“Amerika menyebut gerakan perlawanan Lebanon sebagai teroris dan menganggap Iran sebagai pendukung terorisme karena mendukungan Hizbullah Lebanon, sedangkan Amerika, sendiri, adalah teroris sejati yang telah menciptakan Daesh [ISIS] dan mendukung Zionis yang jahat,” kata pemimpin.

Khamenei lebih lanjut menunjukkan perundingan nuklir putaran terakhir antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 di Wina, dan menyerukan kepada bangsa Iran untuk tetap bersatu karena para negosiator mengejar kepentingan nasional. (SFA/PTV)

4 Comments

4 Comments

  1. Pingback: Saudi dan Persekutuannya Dengan Kejahatan dan Terorisme | SalafyNews

  2. Pingback: Menelusuri Jejak Pengabdian Saudi Kepada Barat dan Zionis | VOA ISLAM NEWS

  3. Pingback: Analisa Denny Siregar: Perang Saudi-Iran | SALAFY NEWS

  4. Pingback: Serukan Persatuan Islam Hadapi Sektarianisme, Grand Syeikh Al-Azhar Kunjungi Indonesia | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: