Internasional

Perang Yaman 200 Hari: Pasukan Yaman Terus Raih Kemenangan di Provinsi Najran

Salafynews.com, NAJRAN Pasukan rakyat Yaman terus meraih kemenangan di berbagai wilayah berbeda, provinsi Najran, Selatan Arab Saudi pada hari Sabtu (10/10) kemarin.

Kemenangan pasukan Yaman di provinsi Najran ini adalah bagian dari operasi militer Al-fath yang ditujukan untuk mengambil kendali terhadap keseluruhan provinsi Jizan dan Najran. (Baca Perang Yaman Dalam 24 Jam Terakhir)

“Pasukan Yaman menghancurkan sejumlah besar kendaraan lapis baja dan kendaraan yang dilengkapi dengan rudal-peluncur,” ungkap seorang  sumber informasi  kepada FNA pada hari Sabtu.

Sumber itu juga mengingatkan bahwa provinsi Najran dan Jizan  sangat penting dan sangat strategis bagi militer  Arab Saudi. Sementara itu, rudal Yaman juga menghantam wilayah al-Rabou’a di provinsi Asir, Arab Saudi. (Baca Jejak Kejahatan Arab Saudi di Yaman)

Pada hari Jumat, pasukan Yaman menembakkan rentetan rudal  al-Zaber ke pangkalan militer di wilayah Jizan, sebelah Barat dari kerajaan Teluk Persia tersebut, membunuh dan melukai sejumlah  tentara Saudi.

Pasukan Yaman juga menembakkan enam rudal ke pangkalan militer al-Radif di Jizan, menewaskan dan melukai para tentara.

Sementara itu, puluhan tentara Saudi juga harus mengevakuasi wilayah Al-Rabo’u di provinsi Asir setelah sejumlah proyektil yang dilancarkan oleh pasukan Yaman dan komite rakyat menghujani medan. (Baca Amoli: Kejahatan Rezim Saudi Setara dengan Kejahatan Nazi)

Pasukan Yaman menewaskan sekitar 160 pasukan koalisi pimpinan Saudi dan melukai 378 lainnya di provinsi Ma’rib dalam dua hari terakhir dalam serangan balasan atas agresi Saudi terhadap negaranya. Hal ini diungkapkan dalam sebuah laporan di hari Kamis.

Sebuah sumber militer mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukan Yaman telah menimbulkan kerugian besar pada koalisi militer pimpinan Saudi di distrik Sirwah, Ma’rib, yang terletak sekitar 120 kilometer (75 mil) sebelah timur ibukota, Sana’a.

Sumber informasi menyatakan bahwa pasukan koalisi pimpinan Saudi itu banyak yang terbunuh saat pasukan Yaman dan pasukan rakyat mengepung mereka di kamp militer Kofel.

Arab Saudi telah menyerang Yaman selama 200 hari terhitung Minggu (11/10), demi mengembalikan mantan presiden Yaman, Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh untuk memegang tampuk kekuasaan. Agresi ilegal Saudi karena dilakukan tanpa mandat PBB itu, telah memakan 6.566 jiwa rakyat Yaman sebagai korban, termasuk wanita dan anak-anak.

Meski Riyadh mengklaim bahwa pihaknya membombardir posisi Ansharullah, pada kenyataanya jet-jet tempur Saudi justru sengaja menyasar kepada pemukiman penduduk dan infrastruktur sipil, termasuk ke beberapa perkumpulan warga Yaman, seperti pesta pernikahan yang terjadi baru-baru ini. (SFA/LM/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: