Internasional

Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’

22 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Ketika Muhammad bin Salman melancarkan operasi “Paket Badai” pada 26 Maret tahun lalu, ia berpikir bahwa operasi itu akan menjadi sebuah pukulan yang mematikan dan menjadi sebuah kampanye pengeboman yang cepat dan efektif untuk membuat mereka para pejuang pendukung setia Houthi “kembali sadar”, anak bungsu dari Raja Salman itu berpikir kemenangannya dalam kampanye militer di Yaman akan dapat menyapu saingan terbesarnya yang lebih tua, menteri dalam negeri Arab Saudi dan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, ia juga mengira bahwa ia akan dapat memulai perubahan besar sebagai ganti mengikuti harapan Amerika dan aturan-aturan para pembesar dari keluarga Bani Saud. (Baca: Warbler Mujtahid: Perang Kekuasaan Para Pengeran Monarki Saudi ‘Meledak’)

Sebagaimana yang kita saksikan sekarang, tahun berakhir dengan dimulainya kampanye pemboman tersebut, Yaman tenggelam di bawah puing-puing, sementara jumlah kematian warga sipil lebih dari 3.000 orang.

Dalam sebuah artikel seorang jurnalis Inggris Bill Law, seorang ahli urusan Teluk dan Timur Tengah serta Afrika Utara, di dalam surat kabar The Independent, berjudul “Perang di Yaman telah begitu cepat menjadi sebuah kekacauan dan konflik yang kompleks seperti di Suriah”, Ia mengatakan “Saudi mungkin berpikir bahwa mereka telah mencapai tujuan mereka, namun ternyata sulit untuk menggapainya. Para pejuang pendukung setia Houthi, tentara dan rakyat Yaman masih tetap mengendalikan ibukota Sana’a dan sebagian besar dari wilayah bagian utara Yaman”. (Baca: Pangeran Saudi Bongkar Rahasia Soal Perang Yaman)

Sementara di wilayah bagian selatan, kelompok teroris al-Qaeda di Semenanjung Arab mampu meraih hal-hal yang menakjubkan, sekarang mereka mendominasi provinsi Hadramout yang kaya dengan minyak dan pelabuhannya di Mukalla. Sebagaimana pula kelompok teroris ISIS tidak lama lagi akan mengambil keuntungan dari kekacauan dan menciptakan ancaman di Yaman.

Terlepas dari kendali pasukan “koalisi Saudi” atas Aden pada Agustus lalu, sekarang daerah tersebut telah menjadi medan berbagai serangan dan operasi teroris. Presiden buron Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi meski telah ditetapkan dengan dukungan Saudi disana namun kenyataannya banyak dari pejabat seniornya telah berhasil dibunuh, beberapa oleh al-Qaeda dan yang lain oleh ISIS, dikutip dari SyriaNow (20/03).

Penulis itu menambahkan bahwa kini Saudi menyatakan bahwa pertempuran hampir berakhir dan menjanjikan untuk rekonstruksi. Jauh sebelum pernyataan itu disampaikan saat Saudi mengatakan pada April lalu hal yang sama -mengembalikan harapan- namun mereka masih saja terus membombardir Yaman. (Baca: Arab Saudi Masuk Perangkap Yaman)

Sekarang, meski agresi Saudi di Yaman mengalami penurunan, namun sebenarnya kerugian militer yang dialaminya mengalami peningkatan. Disampaikan secara resmi terdapat 300 tentara yang tewas dalam perang melawan Yaman, namun beberapa sumber terpercaya menegaskan kepada The Independent bahwa fakta yang sebenarnya menyebutkan lebih tinggi dari angka tersebut  setidaknya 10 kali lipatnya.

Atas dasar itu kini Saudi mulai mencari jalan keluar dari perang di Yaman, sebagaimana Amerika Serikat mulai sadar bahwa kehadiran kelompok teroris al-Qaeda itu merupakan ancaman yang nyata. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: #PerangYaman! Genap Setahun Agresi Saudi-Barat Kepada Rakyat Yaman | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Al-Qaeda Dirikan Negara Kecil di Yaman | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: