Internasional

Perang Yaman Hari ke-193: Mantan Presiden Yaman Kembali Ke Saudi, Bukan Aden

Salafynews.com, SANA’A Mantan Presiden Yaman, buronan Mansour Hadi, sepulangnya dari kunjungan ke New York dimana ia ikut ambil bagian dalam sidang umum PBB, berencana kembali ke Arab Saudi dan bukan Yaman.

“Hadi akan tiba di Riyadh setelah mengakhiri kunjungannya ke New York,” demikian dilaporkan surat kabar berbahasa Arab, al-Arabi Al-Jadid, yang berbasis di London, mengutip ucapan sumber yang dekat dengan Hadi di hari Sabtu (3/10).

Laporan surat kabar itu datang menyususl laporan dari beberapa sumber pro-Arab sebelumnya yang mengklaim bahwa presiden Yaman yang buron itu akan kembali ke Aden.

Surat kabar tersebut bahkan menambahkan  ucapan sumber itu yang menyebut bahwa Hadi akan tinggal lama di Arab Saudi.

Hadi yang melarikan diri ke Yaman, enam bulan lalu dan mencari perlindungan di Arab Saudi itu  kembali ke kota pelabuhan Aden di selatan Yaman, selama dua hari sebelum berangkat ke  New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB.  Tindakannya ini dilihat oleh banyak analis sebagai langkah simbolik tanpa nilai strategis tertentu.

Pada pertengahan Agustus, seorang pemimpin senior Ansarullah  menegaskan sikap penolakan   kuat gerakan revolusioner itu terhadap kehadiran mantan Presiden Yaman yang buron, Mansour Hadi dalam masa depan politik Yaman.

“Gerakan ini tidak akan pernah membiarkan buronan dan presiden Yaman yang berbahaya untuk memainkan peran dalam masa depan Yaman,” ungkap Ali Hashem al-Houthi, anggota Dewan Politik Ansarullah kepada FNA. (Baca Analis: Bungkamnya Dunia Atas Kekejaman Saudi di Yaman)

Ia menggarisbawahi bahwa milisi pro-Hadi telah mengobarkan perang di Yaman Selatan, demi tujuan yang sama dengan rezim Saudi.

Al-Houthi menyeru semua partai politik Yaman untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan mempersiapkan diri untuk menghadapi agresor Saudi.

Bentrokan antara pejuang Ansarullah dan teroris al-Qaeda yang didukung Saudi serta milisi pro-Hadi terus terjadi di bagian selatan negara itu. (Baca Saudi Ikut Terlibat Bersama al-Qaeda di Selatan Yaman)

Hingga hari ini, Minggu (4/10), Arab Saudi telah menginvasi Yaman selama 193 hari demi mengembalikan presiden yang buron tersebut ke tampuk kekuasaan. Agresi pimpinan Saudi sejauh ini telah menewaskan 6.433 warga Yaman, termasuk wanita dan anak-anak.

Meskipun Riyadh mengklaim pihaknya hanya menargetkan posisi Ansharullah, pada kenyataannya jet-jet tempur Saudi justru membombardir wilayah pemukiman dan infrastruktur sipil. (SFA/LM/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: