Amerika

Perlawanan Terhadap Israel Satu-Satunya Cara Untuk Dapatkan Kebebasan

PALESTINA, Salafynews.com – Orang-orang Palestina harus melanjutkan perlawanan dan pemberontakan mereka terhadap Israel dalam rangka untuk mendapatkan kembali kebebasan mereka dan hak asasi manusia, seorang aktivis anti-perang dan penulis di California mengatakan. (Baca Ribuan Warga Yordania Demo Kedubes Israel Serukan Pemerintah Putuskan Hubungan Diplomasi Dengan Zionis Israel)

“Hanya resistance yang akan membalas ketidakadilan dari “Zionis Israel’ yang menargetkan orang-orang Palestina untuk meng-genosida mereka tanah dan dari sejarah,” kata Ralph Schoenman kepada Press TV pada hari Sabtu (7/11).

Pemimpin kelompok Yahudi terbesar di Amerika Utara mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina sebagai kebijakan “sesat.”

“Meminta orang-orang Yahudi di seluruh dunia untuk mengibarkan bendera Israel dan bahkan untuk mendukung kebijakan politik paling sesat para pemimpinnya, hanya akan memperlebar jarak antara jiwa Yahudi dan negara Yahudi. Hal itu terlalu kontraproduktif,” ungkap Rabbi Rib Jacobs, presiden Persatuan Untuk Reformasi Yahudisme, dalam khotbahnya di hari Kamis malam(5/11) saat konferensi dua tahunan di kota Orlando, Florida.

“Ini ekspresi ketidaknyamanan dan permusuhan bahkan pada sebagian orang-orang Yahudi tradisional yang telah mendukung Israel sebelumnya, adalah isolasi dan kelemahan ‘negara Zionis,'” kata Schoenman Press TV pada hari Sabtu.

“Israel mengasingkan penduduk sendiri bahkan mereka yang belum kritis sebelumnya,” penulis “Hidden History of Zionisme” tambahnya. “Ini adalah ukuran sejauh mana Israel terisolasi.”

Dalam pidatonya, Rabbi Jacobs mengatakan komunitas Yahudi tidak boleh tetap diam ketika serangan kebencian dan kejahatan membunuh warga Palestina yang tidak bersalah di wilayah-wilayah pendudukan.

Dia mengatakan bahwa gerakan reformasi “telah lama menentang kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat.”

Ketegangan telah meningkat terutama sejak Agustus ketika rezim Israel memberlakukan pembatasan masuknya beberapa orang Palestina ke dalam Masjid Al-Aqsa di Timur al-Quds (Yerusalem) – situs paling suci ketiga dalam Islam.

Menurut angka terbaru yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Palestina, setidaknya 76 warga Palestina, termasuk 17 anak-anak, telah kehilangan nyawa mereka di tangan pasukan Israel sejak awal Oktober.

Lebih dari setengah juta warga Israel tinggal di lebih dari 120 pemukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Timur Al-Quds pada tahun 1967. (SFA/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: