Editorial

Persatuan Sunnah-Syiah Pesan Ilahi Untuk Negri dari Ancaman Wahabi

Wahai Orang-Orang Berakal di Antara Kelompok Sunnah dan Syiah!

Sejauh ini kita telah gagal menghapus perbedaan pendapat di antara kelompok Sunnah dan Syi`ah, walaupun telah berlalu puluhan abad yang lalu. Maka wajiblah kita mengakui bahwa perbedaan tersebut adalah sesuatu yang memang ada, namun jangan sekali-kali mengembangkannya sehingga menjadi pertentangan berdarah. Cukuplah luka-luka yang kita derita. Cukuplah perpecahan yang mengoyak-koyak kita. Sudah amat banyak bencana yang menghancurkan kita, umat Islam. Sementara itu, Zionisme internasional selalu bersiap-siap untuk menghancurkan kita dan mencabut eksistensi kita dari akar-akarnya. Apa gunanya mengulang-ulang pidato-pidato yang mencaci-maki, menyakiti hati, memprovokasi, memusuhi dan menyebut-nyebut kejelekan dan aib masing-masing kelompok? Manfaat apa yang diharapkan dari permusuhan yang menumpahkan darah si Sunni maupun si Syi`i?

Dari Penulis  Buku La Tahzan untuk Persatuan Kaum Muslimin

Surat Terbuka Syekh ‘Aidh al-Qarniy kepada Muslim Sunnah dan Syiah

Salafynews.com, JAKARTA – Tulisan Sejarah bangsa Indonesia ini mengenal persatuan sebagai hal yang harus di junjung tinggi. Banyak negara yang belajar bagaimana cara mempersatukan begitu banyak suku dalam satu koridor kenegaraan kepada kita, sedangkan banyak negara yang gagal.

Ukhuwah

Ukhuwah Islamiyah

Kita melihat betapa rapuhnya Uni Soviet, yang kemudian terpecah menjadi beberapa negara. Kita melihat begitu rentannya Libya yang terbagi menjadi beberapa suku yang saling berperang satu sama lain.

Persatuan bukan penyatuan. Persatuan adalah komitmen bersama seluruh elemen dengan sikap saling merendah demi mencapai kesepakatan bersama. Sedangkan penyatuan bersifat pemaksaan kehendak dengan dalih tertentu.

Itulah kenapa konsep khilafah tidak akan pernah berhasil disini, sampai kapanpun. Karena mereka bersifat memaksa bahkan dengan teror. Bangsa Indonesia memegang kuat komitmen bapak-bapak bangsa yang bekerja tanpa lelah untuk duduk bersama. Kita sudah pernah mengalami pahitnya politik divide et impera dan tidak ingin terulang lagi. (Baca Menjaga NKRI Dari Makar Gerakan Khilafah, baca juga NU Minta Ormas yang Sebarkan Khilafah Dibubarkan)

Disinilah kelebihan Indonesia dan sama sekali bukan hal remeh. Ini adalah hal besar yang telah dilakukan kakek-kakek kita dahulu. Konsep Sumpah Pemuda adalah bagian dari perekat kuat kesatuan kita. Kita melihat betapa sulitnya sekarang Malaysia mengumandangkan bahasa persatuan, sedangkan kita sudah memulainya puluhan tahun lalu.

Apa yang pernah terjadi di Indonesia sebelum kemerdekaan, sekarang di alami oleh agama Islam di seluruh dunia. Politik pecah belah yang dilakukan Zionis dengan membenturkan Sunni-Syiah, sejatinya hanya propaganda di media besar mereka. Tidak ada yang namanya benturan Sunni-Syiah, yang ada hanyalah ideologi Wahabi yang di tunggangi Zionis untuk memecah umat ini dengan selalu mengatas-namakan agama. Mereka mengebom tempat ibadah Sunni dan berteriak Syiah pelakunya. Mereka membakar tempat ibadah Syiah dan berkoar Sunni pelakunya. Mirip dengan yang dilakukan pemerintah Hindia belanda dengan membenturkan umat Islam di nusantara ini, salah satunya melalui perang paderi. (Baca “Hasutan Sektarian” Modal Media Radikal dan Wahabi)

Dan dunia bergolak karenanya…

Persatuan itu bukan jalan yang mudah. Kita harus dihantam dulu sampai babak belur baru mengerti pentingnya kalimat itu. Maka keluarnya ISIS sebagai ujung tombak ideologi wahabi sebenarnya adalah pesan Tuhan kepada kita. Sebuah ibrah, sebagai bentuk pembelajaran. Sulit mengetahui sebuah mutiara jika kita tidak mempunyai pembanding, yaitu kotoran. Kebaikan baru terlihat ketika kita diperlihatkan betapa jahatnya keburukan. Supaya kita pandai-pandai bersyukur. (Baca Wahabi Ideologi Radikal Cetak Teroris)

Sunni-Syiah adalah muslim, meskipun diantara mereka selalu ada kelompok yang ekstrim. Sunni-Syiah tidak bisa disatukan, mereka akan menyatukan diri sendiri saat mereka melihat dampak mengerikan ketika mereka berpecah. Seperti di Suriah. Seperti di Irak. Seperti di Libya. (Baca Salafy Wahabi Gagal Pahami Nasionalisme dan Islam Nusantara)

Berikut bukti-bukti beberapa negara yang telah membatasi gerakan wahabi baik media maupun masjidnya :

1. Oman Luncurkan Akun Twitter “@Spam Oman” untuk Tangkal Radikalisme

2. Prancis deportasi 40 Ulama Radikal “Wahabi”

3. Kuwait Hentikan Siaran Televisi Wesal Pasca Serangan Bom

4. Penggerebekkan Masjid Salafy Wahabi di Kenya

5. Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi

6. 80 Masjid Wahabi Ditutup Pemerintah Tunisia

Berikut bukti-bukti bahwa Sunnah-Syiah bergandengan tangan dalam kehidupan :

1. Shalat Jum’at Sunnah-Syiah Galang Persatuan Pasca Bom Kuwait

2. Sunnah-Syiah Yaman Bersatu Kutuk Penindasan Rezim Israel, Amerika, Saudi

3. Laporan: Pejuang Sunni dan Syiah kompak mengusir Teroris ISIS dan Koalisi Barat dari Iraq

Percayalah, kita banyak belajar dari peristiwa mereka dan tidak ingin negara kita seperti mereka. Negara yang dilanda perang sektarian yang disuarakan Zionis lewat Wahabi semuanya hancur. Kita harus membentengi NKRI ini dari virus-virus anti persatuan dan kita galakkan suara persatuan untuk menangkal gerakan Radikal dan Wahabi, karena suara persatuan adalah “Suara Ilahi Wa Muhammadi”. (SFA/MM/DS)

1 Comment

1 Comment

  1. wababi sisapi

    July 13, 2015 at 10:07 am

    Intinya adalah Wahabi salafi adalah ajaran setan dan refleksi talmud. Perstuan sunni syiah adalah tiang gantungan bagi wahabi salafi zionis. Titik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: