Eropa

Persekongkolan Haram Turki dan Uni Eropa

BRUSSELS, Salafynews.com – Amnesty International mengecam kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki dalam rangka membendung aliran pengungsi ke Eropa, dan mendesak Uni Eropa untuk mengutamakan hak-hak pengungsi terlebih dahulu.

Kelompok hak asasi mengeluarkan pernyataan itu pada hari Sabtu (17/10/15) setelah terjadi kesepakatan antara Uni Eropa dan Ankara dalam pertemuan puncak para pemimpin Eropa di ibukota Belgia, Brussels, pada 15 Oktober.

Berdasarkan kesepakatan itu, Turki sepakat untuk menangani para pengungsi dan mencegah lebih banyak yang melarikan diri dari krisis Suriah untuk memasuki 28-anggota negara Uni Eropa.

Para pemimpin Eropa, sebagai imbalannya, menyetujui meningkatkan lebih banyak dana bagi Turki untuk mengatasi masalah dan untuk mempercepat usaha membatasi visa bagi warga Turki yang bepergian ke Eropa.

“Pembicaraan antara Uni Eropa dan Turki…menempatkan hak-hak pengungsi dibawah pengendalian pembatasan pengungsi yang dirancang untuk mencegah pengungsi mencapai Uni Eropa,” kata Andrew Gardner, peneliti Turki Amnesty International.

Dia menambahkan bahwa Uni Eropa harusnya mencari cara untuk memberikan “rute yang aman dan legal ” bagi para pengungsi yang berusaha untuk mencapai Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah tiba di Turki untuk mempromosikan tawaran Uni Eropa kepada otoritas Turki.

Para pengungsi tiba dari Tovarnik menyeberangi perbatasan ke Hongaria sebelum polisi Hongaria dan tentara menutup perbatasan dengan kawat berduri di Botovo pada 16 Oktober 2015. (AFP foto)

Para pengungsi tiba dari Tovarnik menyeberangi perbatasan ke Hongaria sebelum polisi Hongaria dan tentara menutup perbatasan dengan kawat berduri di Botovo pada 16 Oktober 2015. (AFP foto)

Menurut para pejabat, Uni Eropa siap menawarkan bantuan setidaknya tiga miliar euro (USD 3,4 miliar) ke Turki, yang memiliki lebih dari dua juta pengungsi.

“Rencana keuangan tersebut gagal karena tidak memberikan jaminan konkret terkait peningkatan tempat pemukiman bagi para pengungsi yang paling dibutuhkan oleh Turki,” kata Amnesty, menambahkan bahwa Ankara, dalam beberapa kasus, telah mengirim kembali pengungsi ke Suriah dan Irak dengan kekerasan setelah mereka tertangkap dalam usahanya mencapai Uni Eropa.

Ribuan pengungsi – sebagian besar dari Suriah, Afghanistan dan Irak – mencoba mencapai Eropa dari Turki, dengan mempertaruhkan hidup mereka dan menggunakan perahu karet.

Organisasi Internasional untuk Pengungsi mengatakan lebih dari 600.000 pencari suaka telah mendarat di pantai Eropa sejak Januari, sementara lebih dari 3.000 meninggal atau hilang saat berusaha untuk mencapai Eropa.

Korban jiwa pengungsi terbaru

Penjaga pantai Turki mengatakan pada Sabtu bahwa 12 pengungsi, termasuk lima anak tewas di lepas pantai Turki dalam perjalanan ke pulau Lesbos di Yunani. Hampir dua puluh orang di diselamatkan oleh beberapa perahu nelayan Turki.

Seorang ibu tiba di pulau Lesbos Yunani, setelah melintasi Laut Aegea dari Turki, pada tanggal 15 Oktober 2015. (AFP foto)

Seorang ibu tiba di pulau Lesbos Yunani, setelah melintasi Laut Aegea dari Turki, pada tanggal 15 Oktober 2015. (AFP foto)

Dalam sebuah insiden sebelumnya, para pejabat Yunani mengatakan empat pengungsi tenggelam dan tiga orang lainnya hilang setelah kapal mereka terbalik di lepas pulau Aegean di Kalymnos akhir Jumat.

Penjaga pantai Yunani mengatakan pada Sabtu bahwa petugasnya berhasil menyelamatkan 13 orang dan sedang mencari para pengungsi hilang. (SFA/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: