Eropa

Perseteruan Dua Pejabat Turki Semakin Memanas, Erdogan VS Davutuglu

Jum’at, 06 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, TURKI – Beberapa sumber di kantor PM Turki, Rabu, (04/05), mengumumkan akan niatan Perdana Menteri Ahmed Davutoglu untuk menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai perdana menteri, pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis, setelah memimpin pertemuan para pengurus Partai Keadilan dan Pembangunan, yang dimulai pada jam 11:00 tepat, setelah terjadi perselisihan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dilaporkan bahwa Davutoglu telah melangsungkan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Rabu siang di istana presiden di ibukota Ankara, pertemuan berlangsung selama lebih dari satu setengah jam, tanpa ada keterangan terkait materi apa yang dibahas oleh keduanya, menurut situs “Turkpress”.

Pada saat yang sama, kantor kepresidenan Republik Turki hanya memberikan keterangan secukupnya dan menyampaikan bahwa pertemuan Erdogan dan Davutoglu adalah sebuah pertemuan biasa, tapi sejumlah sumber yang dekat dengan Partai Keadilan dan Pembangunan mengisyaratkan adanya perselisihan antara kedua orang itu. (Baca: Laporan AS: Mustahil Kalahkan ISIS Selama Erdogan Masih Berkuasa)

Berbeda dengan surat kabar London “Al-Hayat” yang mencatat dalam sebuah laporannya pada hari Rabu bahwa Perdana Menteri Turki memberikan signal dengan melambaikan tangan untuk pertama kalinya, dengan melepas jabatannya dan menarik diri dari kehidupan politiknya, setelah mengalami tuduhan “konspirasi” dan sejumlah tokoh yang dekat dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Davutoglu mengatakan dihadapan kelompok anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan: “Saya tidak takut kecuali hanya kepada Tuhan bukan pada apa yang ditulis dan dikatakan tentang saya, saya siap untuk menarik diri dari jabatan apapun dan mengorbankan diri demi kelangsungan Partai Keadilan dan Pembangunan secara solid”. (Baca: Rakyat Suriah Kompak Gagalkan Mimpi Erdogan Jadi Khalifah Baru Dinasti Ottoman)

Menurut surat kabar yang sama, sebuah akun “tak dikenal” memposting apa yang ia sebut “poin ketidakjujuran” yang dicatat oleh Erdogan terkait Davutoglu selama memimpin pemerintahan, seperti dilansir ar.farsnews.com (05/05).

Laporan tersebut menyebutkan bahwa “Davutoglu tidak mematuhi dua syarat yang ditetapkan Erdogan untuk menyerahkan kepemimpinan Partai Keadilan dan Pembangunan, yaitu penerapan sistem pemerintahan presidensial dan menahan diri dari kerjasama dengan Barat yang ingin menggulingkan Erdogan, dengan memanfaatkan file Suriah dan Palestina”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: