Internasional

Perundingan Damai “Krisis Yaman” Akan Dimulai Akhir Bulan Oktober

YAMAN, Salafynews.com – “Kami mengusulkan, perundingan dimulai sebelum akhir bulan ini,” kata Eliasson, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Iran.

Wakil Sekjen PBB pada Kamis (15/10/15) dalam sebuah pernyataan berharap, perundingan baru bertujuan untuk mengakhiri perang tujuh bulan di Yaman bisa dimulai bulan ini meskipun tumbuh “ketidakpercayaan mendalam” diantara pihak-pihak yang bertikai.

Utusan perdamaian PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed mengusulkan putaran baru perundingan segera dimulai beberapa minggu ke depan, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson kepada wartawan di Jenewa, menukil AFP.

“Kami mengusulkan, perundingan dimulai sebelum akhir bulan ini,” kata Eliasson, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Iran.

“Kami sangat berharap, pembicaraan ini akan berlangsung, dan akan mengurangi kekerasan dan menghentikan permusuhan,” katanya.

Prestasi cemerlang Arab Saudi di Yaman sejak Maret lalu adalah berhasil menewaskan setidaknya 4.500 warga sipil kebanyakan anak-anak dan perempuan.

Eliasson lebih lanjut mengatakan para pemimpin Arab Saudi dan UEA telah menyatakan “keinginan” dan kemauan untuk pindah ke fase politik sesegera mungkin.

Eliasson mengakui, tumbuh “ketidakpercayaan mendalam diantara aktor-aktor kunci, karena, menurutnya, tidak sedikit adanya keberpihakan kepada Arab Saudi dan UEA di satu sisi, dan Iran di sisi lain.

Sebuah usaha pertama untuk mengadakan pembicaraan perdamaian di Jenewa pada bulan Juni antara pasukan pro-Hadi dan al-Houthi runtuh, disaat pihak-pihak yang bertikai itu bahkan masih duduk di ruangan yang sama.

Eliasson juga menunjukkan bahwa al-Houthi telah mengirim surat kepada PBB menyetujui untuk mematuhi resolusi, yang menurutnya adalah langkah positif.

“Kami berharap, pemerintah Hadi juga akan datang ke pembicaraan sekarang, dan kedua belah pihak akan datang ke perundingan tanpa prasyarat.”

Dia menekankan urgensi memulai pembicaraan, karena, meningkatnya kelompok al-Qaida, pengaruh dan kontrol teritorial penting karena perang ini.

“Kami melihat biaya dalam hal kerugian manusia, dan kita melihat … keuntungan terorisme di tanah sebagai alasan untuk terus bergerak maju,” kata Eliasson.

“Saya hanya mendorong bagi kedua belah pihak, dan semua pihak-pihak yang dapat mempengaruhi pihak-pihak bertikai yang benar-benar tidak boleh melewatkan kesempatan ini,” katanya. [Sfa/MM]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: