Eropa

Perundingan Damai “Yaman” di Jenewa Terancam Gagal Akibat Tekanan Saudi dan PBB

Salafynews.com, JENEWAMenurut Sumber terpercaya dari Yaman perundingan damai di Jenewa, dia mengungkapkan bahwa negoisasi dalam pengawasn PBB itu terancam gagal karena Badan Dunia tersebut beserta Saudi Arabia meminta Ansarullah untuk mau menyerah total tanpa syarat.

“PBB telah menyerukan komite revolusioner Yaman untuk menarik diri dari kota-kota di negara itu, menyerahkan senjata mereka dan tidak menanggapi serangan Saudi,” ungkap salah satu pejabat  yang  menyertai delegasi Ansarullah dalam pembicaraan Jenewa, pada hari Selasa (16/6). Baca Ansarullah Temukan Senjata Buatan Israel dari Kedutaan Saudi di Sana’a

“PBB mengatakan bahwa cara terbaik untuk melawan al-Qaeda di Yaman adalah bekerjasama dengan Saudi Arabia dan mencegah (apa yang mereka sebut) interfensi Iran,” pejabat  Ansarullah yang tak mau disebut namanya itu menuturkan. Baca Media Rusia: Iran Buyarkan Skenario AS dan ISIS

Ia mengatakan, delegasi Ansarullah hingga kini menekankan betapa pentingnya mengakhiri serangan Saudi atas Yaman dan menghentikan ikut campurnya rezim monarki itu terhadap urusan dalam negeri Yaman. Delegasi Ansarullah  menggambarkan bahwa Riyadh adalah kaki tangan kejahatan biadab teroris dan Zionis terhadap bangsa Yaman. Baca Iran Bukan Sponsor Aksi Terorisme

“Delegasi Ansarullah telah menekankan bahwa rezim Saudi perlu dihukum atas agresinya ke Yaman, penindasan terhadap revolusi damai di negeri itu dan membantai para penduduknya,” ungkapnya lebih lanjut. Baca Badui Arab “Boneka” Peliharaan Zionis

Arab-IsraelMemperhatikan bahwa Saudi Arabia sebenarnya tidak menginginkan solusi politik apapun terhadap krisis Yaman, pejabat tersebut mengeluhkan bahwa pembicaraan perdamaian Yaman di Jenewa dalam pengawasan PBB hanyalah sebatas kata tanpa aksi nyata karena pada kenyataannya Saudi Arabia mengendalikan pembicaraan damai tersebut, dan itulah mengapa negoisasi itu tak bisa disebut negoisasi politik. Baca Arab Saudi dan Israel Acak-Acak Timur Tengah

“PBB ingin gencatan senjata di Yaman, tapi  Saudi justru menekankan untuk terus melanjutkan agresi barbar mereka terhadap bangsa Yaman,” tambah pejabat Ansarullah.

Pejabat ini juga mengatakan bahwa Ansarullah memiliki bukti kuat yang menunjukkan peran Wahabi Saudi yang di dukung koalisinya Amerika, dan beberapa Negara Timur Tengah dan Produser kejahatan dunia Israel yang bekerja di balik layar dalam konflik Yaman. Bukti-bukti itu menunjukkan bahwa Riyadh tidak hanya memberi dukungan secara politik kepada teroris al-Qaeda dan milisi pendukung mantan presiden Mansour Hadi yang buron, namun juga mendanai, menyuplai persenjataan bahkan mengirimkan personel-personel teroris dari Suriah  ke medan tempur  di Yaman. Baca Dana Saudi Mengalir ke ISIS dan Jabha Nusra, Al-Qaidah Kalah Pamor

Perwakilan Gerakan Ansarullah Yaman tiba di Jenewa Swiss pada hari Selasa (16/6) untuk menghadiri pembicaraan damai yang ditengahi PBB. Pesawat delegasi Yaman mendarat di Jenewa pada hari Selasa dengan satu hari penundaan karena semula tidak diizinkan Mesir untuk terbang di wilayah udaranya. Pesawat tersebut meninggalkan Djibouti menuju Swiss pada hari Senin setelah dilarang melewati wilayah udara Mesir. Baca Lieberman Bongkar Hubungan Mesra Saudi-Israel

Menurut laporan, Mesir sengaja tidak membolehkan pesawat Yaman untuk memasuki wilayah udaranya untuk membuat pesawat itu berlama-lama terhenti di Djibouti. Tindakan Mesir ini datang akibat tekanan Riyadh yang ingin mencegah hadirnya Ansarullah dalam perundingan damai yang ditengahi PBB dan semula dikatakan bertujuan untuk mengakhiri agresi Saudi ke Yaman. (SFA/LM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: