Internasional

Perusahaan Saudi Paksa Tenaga Kerja Asing Bekerja Tanpa Bayaran

Kamis, 25 Agustus 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pekerja asing di sebuah perusahaan konstruksi di Arab Saudi mengatakan mereka belum dibayar selama berbulan-bulan. Selain itu, mereka juga menghadapi kemungkinan hukuman penjara karena izin kerja mereka belum diperbarui, sementara majikan mereka menolak untuk memberikan mereka izin untuk meninggalkan kerajaan kaya minyak. (Baca: Pembantu 58 Tahun Asal India Dipotong Lengannya Oleh Sang Majikan Saudi)

Karyawan perusahaan bangunan yang berbasis di Riyadh, United Seemac, mengatakan mereka belum dibayar setidaknya selama lima bulan, dan pihak berwenang Saudi serta pejabat dari kedutaan mereka telah melakukan sedikit upaya untuk mengatasi situasi buruk pada mereka.

“Tidak ada yang tahu situasi karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan kecil. Semua perhatian tertuju pada perusahaan-perusahaan besar. Sangat mudah untuk mengabaikan kami karena kami tidak begitu banyak orang,” kata Mohammed Barr, seorang insinyur yang telah bekerja di perusahaan tersebut selama dua tahun.

Dia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan besar, termasuk Bin Ladin Group dan Saudi Oger, “memiliki banyak kekuatan, jadi itu sebabnya pemerintah dan kedutaan tahu tentang pekerja mereka.”

“Kami mungkin hanya 500 orang itu pun tidak semua. Keluarga kami mengandalkan uang kami, jadi ini adalah masalah bagi 500 keluarga. Ada yang tahu tentang perusahaan seperti kami. Tak seorang pun ingin mengambil tindakan apapun untuk membantu kami,” kata Barr.

“Kami hanya ingin dibayar dan kemudian diizinkan meninggalkan negara ini, baik untuk pekerjaan lain di sini atau pulang ke negara kami,” ujarnya tegas. Barr mengatakan bahwa United Seemac belum memperpanjang asuransi kesehatan bagi para pekerjanya setelah berakhir pada bulan Februari, yang berarti bahwa karyawan tidak dapat mengakses layanan kesehatan di Arab Saudi. (Baca: Raja Salman Penyebab Kehancuran Dinasti Saudi)

“Mereka berjanji akan memperbaharui asuransi kesehatan pada bulan Agustus, tapi tidak ada satupun dari kami yang memiliki kartu kesehatan hingga sekarang,” katanya.

Sajjad Binalis, surveyor Pakistan 33 tahun yang juga bekerja di perusahaan United Seemac sejak Juni lalu, mengatakan dia telah pergi 11 bulan tanpa menerima gaji bulanan sebesar $ 1.333-nya.

Binalis mengatakan ibunya meninggal tiba-tiba minggu lalu, cutinya ditolak ketika ia meminta kepada bos perusahaan agar ia bisa kembali ke Pakistan untuk pemakaman.

“Aku bilang aku harus pergi ke Pakistan untuk keadaan darurat karena ibu ku meninggal. Namun manajer umum (Abu Mohammed) mengatakan aku hanya diizinkan untuk melakukan perjalanan setelah Idul Adha. Tidak ada yang membantuku. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, ini adalah mimpi buruk”. Akibatnya, ia merindukan pemakaman ibunya.

Perekonomian Saudi merosot tajam di tengah penurunan harga minyak, utang publik meningkat serta mengurangi cadangan devisa. (Baca: Saudi Bangkrut, Harga BBM Dinaikkan 50 Persen)

Arab Saudi telah mengumumkan rencana untuk perbaikan ekonomi di bawah rencana yang disebut Saudi Visi 2030.

Hal itu dipublikasikan oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam pengumuman yang disiarkan langsung oleh televisi resmi negara pada tanggal 25 April dan tampaknya gagasan itu berasal dari anak tak berpengalaman raja, Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Ekonom dan ahli keuangan, bagaimanapun mempertanyakan gagasan pangeran Mohammed bin Salman yang masih terlihat kabur, dan ekonomi Saudi ke depan masih tetap fatamorgana. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: