Internasional

Pesan Pemimpin Houthi Dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

YAMAN, SALAFYNEWS.COM – Komandan gerakan Ansarallah Yamani, Abdul Malik Al-Houthi mengatakan, Rakyat Yaman yang besar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, terlepas dari semua penderitaan yang mereka rasakan akibat agresi rezim Saudi beserta koalisinya.

Al-Houthi menambahkan dalam pidato yang ia sampaikan, pada Rabu (23/12), saat peringatan maulid Nabi Muhammad saw, realitas tragis yang dialami oleh umat pada saat ini adalah buah dari banyak penyimpangan beberapa kelompok tergabung dalam barisan musuh, TV Al-Masirah melaporkan.

Ia juga menyampaikan bahwa momen hari kelahiran Nabi merupakan jendela cahaya yang membawa pada keselamatan dan cahaya yang menumbuhkan harapan, sementara masalah yang dihadapi bangsa saat ini adalah hasil dari pandangan tidak benar mereka tentang Nabi dan menganggap Islam hanya terbatas pada ritual dan ibadah.

502345176Pemimpin gerakan Ansarallah itu juga menjelaskan bahwa kejahiliaan saat ini dengan seluruh para pemimpin mereka dan tentara mereka lebih buruk dan lebih berbahaya dari pada kejahiliaan yang pertama. Kejahiliaan kemarin di era Nabi, membunuh dengan pedang dan belati, namun kejahilaan hari ini membunuh dan membantai dengan menggunakan bom-bom yang paling mematikan yang dapat memusnahkan ribuan manusia.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Islam menolak dan tidak menghendaki siapapun menjadikan dirinya sebagai budak atau memperbudak orang lain. Masalah yang dihadapi oleh bangsa saat ini adalah masalah perbudakan. Amerika dan Israel selalu berupaya untuk dapat memperbudak bangsa ini.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa saat ini umat Islam telah tercerai-berai, sementara musuh terus berupaya memperuncing perpecahan umat. Sebagian orang bergabung kelompok radikal, sebagaimana banyak dari anak-anak bangsa yang tertipu oleh ideologi Salafi Wahabi Takfiri sehingga mendorong mereka untuk meledakkan diri mereka sendiri dengan menggunakan bom bunuh diri.

Kesalahan pemikiran umat pada saat ini adalah meyakini bahwa Amerika adalah negara yang selalu membela hak asasi manusia atau bahwa Israel selalu berupaya menciptakan perdamaian. Masalah yang paling nampak dari bangsa ini adalah ketidaksadaran akan nilai-nilai dan lupa akan tujuan yang sebenarnya sehingga menjadi sasaran musuh.

Rezim Saudi yang bodoh dan beberapa kelompok yang diproduksi dan didanai olehnya merupakan sarana yang digunakan Amerika dalam memecah belah umat.

Mereka hendak menghancurkan dan memecah belah bangsa Irak dan Yaman agar tidak lagi menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu di dunia. Karena dengan begitu seluruh kekayaan Arab dapat dimonopoli oleh para musuh. Oleh karena itu, bangsa yang memiliki tujuan nyata mustahil akan tunduk pada Amerika.

Dia mencatat bahwa Islam bukanlah Islam model Arab atau Amerika atau Israel, melainkan Islam yang sebenarnya adalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad (SAW), tidak ada cara lain bagi bangsa ini kecuali kembali kepada Islam dengan ajarannya yang utuh dan bukan Islam-nya rezim Saudi. [Sfa/alalam]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: