Internasional

Pesan Rahasia Raja Salman Saudi untuk Oposisi Turki

Salafynews.com – Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud menyambut baik atas kegagalan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam pemilihan umum terakhir.

Sebuah sumber mengungkap bahwa Raja Salman telah mengirimkan pesan rahasia kepada kelompok oposisi di Turki.

“Kami telah menerima berita dan informasi yang menunjukkan bahwa beberapa pesan telah dikirim oleh pemerintah Saudi kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai oposisi terhadap pemerintahan Erdogan,” kata seorang pejabat keamanan Turki kepada situs berita Alwaie.
Pada tanggal 7 Juni, Turki mengadakan pemilihan parlemen, yang melibatkan 20 partai politik. Partai Keadilan dan Pembangunan mengumpulkan 40,9 persen suara, Partai Republik Rakyat (CHP) mendapatkan 25 persen suara, Partai Gerakan Nasionalis (MHP) – 16,3 persen suara, dan Partai Rakyat Demokratik (HDP) – 13,1 persen suara. Baca Erdogan Kalah Pemilu

Menurut sumber itu, pemerintah Saudi menyuarakan dukungan kepada partai-partai oposisi dan berharap bisa membantu mereka naik ke kekuasaan.

“Dalam pesan itu, Arab Saudi juga menyatakan kesiapan meningkatkan hubungan dan kontak dengan partai oposisi,” tambah sumber itu.

Sikap Raja Saudi tentu mengejutkan banyak pihak, karena Erdogan sebelumnya diketahui memiliki hubungan erat dengan kerajaan Saudi.

Analis politik Turki mengatakan bahwa sikap Raja Salman yang meninggalkan sekutunya Erdogan dan membangun hubungan dengan oposisi Turki merupakan proses politik yang wajar, karena dalam dunia politik tidak mengenal kawan dan lawan, yang ada adalah kepentingan. Baca Erdogan Representasi Kekejaman Dinasti Ottoman

“Saudi punya kepentingan besar di Turki, terutama masalah perbatasan Turki-Suriah dan dukungannya kepada teroris di Suriah”, tambahnya.

Arab Saudi, Qatar dan Turki merupakan pemain dan pemasok utama senjata ke teroris di Suriah. Namun kesepahaman mereka dalam masalah teroris di Suriah bukan berarti mereka tidak punya perbedaan.

Turki dan Qatar adalah dua negara yang membela mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi, namun berbeda dengan Saudi yang berusaha menggulingkannya dari kekuasaan.

Laporan hari Minggu lalu menjelaskan bahwa Arab Saudi berusaha mengganti Zahran Aloush (komandan kelompok teroris Jaysh al-Islam yang berafiliasi dengan Front Islam) dengan Abu Muhammad Fateh, setelah menyadari Turki dan Qatar berkolaborasi dalam perencanaan kudeta di Ghouta Timur untuk memenangkan kekuatan kontrol atas operasi teroris di pedesaan Damaskus. [SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: