Internasional

PM Irak Minta AS Tidak Campuri Urusan Dalam Negerinya

Salafynews.com – Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak, Minggu (3/4) meminta Amerika Serikat  tidak mencampuri urusan internal negaranya. Ia kembali menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) AS yang akan melemahkan persatuan dan kesatuan negara serta melampaui batas kedaulatan nasional.

Kantor PM al-Abadi dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan al-Sumaria News mengatakan, “Seruan Perdana Menteri Irak itu disampaikan dalam kontak telepon dengan Joe Biden, Wakil Presiden Barack Obama, Minggu pagi kemarin.  Keduanya membahas garis besar situasi politik dan keamanan di Irak dan kawasan serta perkembangan perang melawan ISIS.”

Pernyataan itu menyebutkan bahwa al-Abadi menyerukan Washington untuk memelihara kesatuan teritorial Irak dan tidak mengintervensi urusan internal negaranya serta menjaga kedaulatannya.  Pernyataan tersebut juga menyinggung penolakan Irak terhadap proyek dan rancangan undang-undang yang melemahkan persatuan dan kesatuan negara dan melampaui batas kedaulatan nasional serta membahayakan ikatan pertalian komponen-komponen masyarakat Irak.

Sementara itu, Biden  kembali menyatakan komitmen Amerika Serikat untuk melindungi kesatuan Irak bersatu yang demokratis, sebagaimana tertuang dalam konstitusi Irak.

Wakil Obama itu menambahkan bahwa dalam  komitmen ini, bantuan militer AS ke Irak untuk melawan teroris ISIS diberikan atas permintaan pemerintah Irak dan melalui jalur mereka. Dan semua kelompok bersenjata yang melawan ISIS harus tunduk pada  kontrol negara.

Parlemen Irak, Sabtu (2/4) lalu, mendukung penolakan rancangan undang-undang AS yang  mempersenjatai Sunni dan Kurdi sebagai “dua kekuatan terpisah” tanpa mengacu kepada pemerintah Irak bersatu di Baghdad.  Dalam sidang itu wakil dari pihak Sunni dan Kurdi menarik diri dari persidangan.

Menurut sejumlah pengamat, undang-undang memberikan ruang leluasa bagi AS untuk menghindar dari berurusan dengan pemerintah Irak dan mengarahkan dukungan langsung kepada Sunni dan Kurdi serta melatih pasukan mereka di tangan pasukan AS, karena pemerintah Irak sebelumnya telah menolaknya.

Pemerintah Irak telah mempertimbangkan bahwa RUU di Kongres AS, akan menyebabkan perpecahan lebih lanjut di wilayah tersebut dan menyerukan agar (RUU) itu tidak diteruskan. (ss)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: