Eropa

Polisi Italia Tangkap 10 Orang Terkait Teroris

Salafynews.com, ITALIA – Pasukan keamanan Italia mengatakan mereka telah menahan 10 orang yang dituduh berencana untuk pergi berjuang dan bergabung dengan kelompok-kelompok teroris di Suriah.

Polizia

Polisi Italia Tangkap Teroris

Para tersangka ditangkap di kota-kota Italia Milan, dan di kota Albania namanya Bergamo dan Grosseto, tutur pejabat polisi Milan kepada radio RAI pada hari Rabu.

Menurut pejabat Italia, beberapa lusin penduduk negara itu berjuang dalam jajaran kelompok teroris Takfiri ISIL di Irak dan Suriah.

Tahun lalu, Italia mengusir beberapa orang yang dituduh bekerja sama dengan kelompok-kelompok teror. Para pejabat Italia mengatakan mereka memantau kegiatan kelompok teroris dan perekrutan di negara ini.

Teroris

Teroris

Awal tahun ini, Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) mengatakan dalam perkiraan terbaru yang lebih dari 20.000 orang dari seluruh dunia, termasuk banyak orang Barat, telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIL dan kelompok-kelompok ekstremis lainnya.

Militan asing dari lebih dari 90 negara, termasuk setidaknya 3.400 orang dari negara-negara Barat dan lebih dari 150 orang Amerika, telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris di sana, NCTC menambahkan.

Pejabat keamanan Eropa takut bahwa warga negara mereka yang telah bergabung dengan kelompok teroris di Timur Tengah akan menggunakan keterampilan tempur mereka terhadap tanah air mereka setelah kembali ke rumahnya.

ISIL ekstrimis saat ini menguasai bagian dari Suriah dan Irak. Mereka telah melakukan kejahatan yang mengerikan di kedua negara, termasuk eksekusi massal dan pemenggalan kepala orang-orang dari semua masyarakat seperti Syiah, Sunni, Kurdi dan Kristen.

Sejak awal 2011 militansi yang didukung orang asing yang jadi sekutu regional mereka, seperti Qatar, Arab Saudi dan Turki Suriah, negara-negara Barat yang telah memberikan dukungan keuangan, logistik dan militer kepada kelompok militan itu, mereka berjuang untuk menggulingkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Secara bertahap, namun, beberapa pendukung regional dan Barat militan mulai melihat konsekuensi dari kebijakan mereka sebagai militan berbalik menjadi senjata makan tuan mereka terhadap sponsor mereka. (SFA/MM/Press)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: