Fokus

Potret Kekejaman Daulah Ala ISIS

Salafynews.com – Kelompok militan takfiri ISIS menguasai sudut-sudut kota Mosul, yang direbut setahun lalu dari militer Irak. Namun, ISIS tidak hanya menguasai kota secara fisik, tapi juga mengendalikan ideologi penduduknya. Dalam berbagai wawancara, sejumlah penduduk kota mengatakan mereka hidup dalam ketakutan dihukum karena tidak mengikuti cara hidup ISIS yang meledakkan masjid-masjid dan menelantarkan gedung-gedung sekolah.

1. Mengontrol perempuan

Video-video yang beredar di Youtube selama beberapa bulan tahun lalu mengungkapkan realitas hidup di bawah kendali ISIS. Beberapa video menunjukkan bagaimana ISIS mengatur cara berpakaian kaum perempuan.

Hanaa mengisahkan diri selama berada dalam kontrol ISIS, “mereka sangat ketat mengatur cara berpakaian kaum perempuan. Kita harus benar-benar menutupi diri dengan kain hitam dari kepala hingga kaki.

“Suatu hari saya sedang bosan di rumah dan meminta suami saya untuk membawa saya keluar, walaupun saya harus memakai jilbab dengan jubah panjang yang menutupi rambut, leher dan pundak, namun tidak menutupi muka. Sebelumnya, saya tidak pernah meninggalkan rumah sejak wilayah ini direbut oleh ISIS. Ketika sedang bersiap-siap, suami saya menyuruhku memakai niqab [cadar muka].”

“Kami pergi ke restoran di tepi sungai yang dulu sering kami kunjungi. Ketika kami duduk, suami saya mengatakan saya boleh membuka cadar karena tidak ada anggota ISIS dan tempat itu adalah sebuah restoran keluarga.”

ARN0012004001511377_Kisah_Hidup_Dibwah_Tekanan_ISIS

ISIS sangat ketat mengatur cara berpakaian untuk perempuan di Kota Mosul.

“Saya membuka cadar itu. Namun kemudian, pemilik restoran mendatangi kami dan memohon agar saya menutupi muka lagi karena para anggota ISIS sering melakukan razia mendadak dan dia akan dicambuk bila mereka mendapati saya tanpa cadar.”

“Kami mendengar cerita para suami yang dicambuk karena istri mereka tidak memakai sarung tangan. Mereka yang melawan akan dipukuli dan dipermalukan.”

“Akhirnya kami mematuhi permintaan pemilik restoran. Saya mulai berpikir betapa buruknya kondisi negara ini sekarang.”

2. Penindasan minoritas

Rekaman video yang beredar di Youtube juga menunjukkan bagaimana rumah-rumah milik warga etnis dan agama minoritas di Mosul dirampas oleh anggota ISIS. Banyak daerah perumahan yang dulu ditempati oleh kaum minoritas sekarang terlihat tak berpenghuni.

Mariam, seorang ginekolog yang beragama Kristen: “Saya dikenal gemar membaca dan memiliki koleksi buku yang sangat besar. Koleksi buku saya makin bertambah karena teman-teman dan keluarga yang meninggalkan Irak memberikan saya buku-buku mereka. Mereka tahu saya tidak akan pergi dan akan menjaga semua buku itu.”

“Saya diancam dan dilecehkan oleh para ekstremis wahabi sebelum kejatuhan Mosul, tapi saya tetap membantu perempuan dari berbagai agama dan sekte. Saya tidak pernah membeda-bedakan pasien karena saya percaya semua orang berhak mendapatkan perawatan yang sama.”

ARN0012004001511378_Kisah_Hidup_Dibwah_Tekanan_ISIS

Tembok dan pagar rumah milik warga Kristen ditulis dengan cat semprot berbunyi, ‘Properti milik ISIS. N’.

“Namun, saya akhirnya harus meninggalkan Mosul. Saya berhasil minggat tanpa bahaya, namun sebagian jiwa saya masih berada di sana, di rumah saya, dengan koleksi buku-buku.

“Setelah pindah ke Irbil [di wilayah Kurdistan di Irak] saya menerima berita buruk, kelompok ISIS telah menyita rumah saya dan menandainya dengan huruf ‘N’ [kependekan untuk Nasrani]. Saya langsung menelepon teman-teman di Mosul dan memohon mereka untuk menyelamatkan buku-buku saya.

“Namun sudah telat. Mereka mengatakan bahwa perpustakaan saya telah dilempar ke jalanan. Untungnya beberapa tetangga dapat menyelamatkan sejumlah buku yang tersembunyi.”

3. Intimidasi, hukuman dan siksaan

Rekaman video juga menunjukkan penghancuran masjid dan tempat-tempat suci. Penduduk menceritakan hukuman bagi siapa saja yang melanggar hukum Islam menurut interpretasi ISIS yang diberlakukan di seluruh ‘kekhalifahan’ setelah menguasai Mosul.

Zaid menceritakan kisahnya, “Setelah ISIS merampas Mosul, mereka menetapkan ‘Hukum Khalifah’. Hukuman minimal adalah cambukan, yang diberikan kepada mereka yang tertangkap merokok.”

“Pencurian dihukum dengan amputasi tangan, pelaku perzinahan akan dilempar dari atas gedung bila pria dan akan dirajam hingga mati bila perempuan. Semua hukuman itu dilakukan depan umum untuk mengintimidasi warga lain yang dipaksa menyaksikan.”

“Saya kenal sejumlah orang yang telah ditangkap ISIS, beberapa adalah keluarga saya. Mereka dibunuh karena bekerja untuk badan keamanan. Yang lain dilepaskan. Mereka menceritakan kisah-kisah mengenai kekejaman yang dilakukan ISIS di penjara-penjaranya.”

ARN0012004001511379_Kisah_Hidup_Dibwah_Tekanan_ISIS

Sejumlah masjid dan tempat suci diledakkan oleh kelompok ISIS.

“Banyak yang sudah dilepaskan menolak untuk bercerita. Mereka bungkam, karena takut ditangkap lagi.”

Fouad juga menceritakan diri, “Saya ditangkap oleh ISIS. Mereka datang ke rumah mencari adik saya. Ketika tidak menemukannya, mereka memutuskan untuk menahan saya saja.”

“Di penjara, saya disiksa. Pria yang menyiksa saya tidak berhenti sebelum dia lelah. Dia tampak tegang dan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan para tahanan. Dia mencambuk saya dengan kabel listrik dan menyiksa saya secara psikologis.”

“Ketika adik saya menyerahkan diri, mereka menjatuhkan tuduhan palsu terhadapnya, namun saya tetap ditahan di penjara hingga mereka memutuskan saya boleh keluar.”

“Mereka mencambuk saya dengan sangat keras, tanda-tanda kabel itu masih terlihat di punggung saya.”

4. Gangguan terhadap kehidupan sehari-hari

Hidup para penduduk Mosul telah berubah 180 derajat. Rekaman video menunjukkan pasokan bensin yang kurang, polusi yang menyebar, pembangunan yang terhenti dan sejumlah sekolah yang tutup.

Hisham menceritakan, “Kehidupan sehari-hari sungguh berubah. Mereka yang sebelumnya anggota militer dan buruh harian tidak lagi mendapat penghasilan karena tidak ada pekerjaan untuk mereka. Warga yang kaya harus menggunakan uang tabungan, mereka yang bergantung pada gaji hidup pas-pasan, sedangkan mereka yang miskin sudah pasrah.”

“Saya kehilangan pekerjaan saya dan terpaksa harus meninggalkan sekolah. Seperti semua orang, saya tidak mendapatkan hak asasi. Menurut ISIS, semua adalah haram dan saya hanya duduk di rumah seharian. Bahkan aktivitas rekreasi yang sederhana seperti piknik saja dilarang di Mosul, dengan alasan bahwa itu menyia-nyiakan waktu dan uang.

ARN0012004001511380_Kisah_Hidup_Dibwah_Tekanan_ISIS

ISIS mengambil seperempat dari gaji semua orang sebagai sumbangan untuk pembangunan kota. Warga tidak bisa menolak karena akan dihukum berat.

“ISIS mengambil seperempat dari gaji semua orang sebagai sumbangan untuk pembangunan kota. Warga tidak bisa menolak karena akan dihukum berat. Kelompok ISIS mengendalikan semuanya. Mereka memungut uang sewa dan rumah sakit dikhususkan bagi anggota ISIS.”

“Mereka juga mengganti imam masjid dengan orang yang pro-IS. Banyak dari kami berhenti ke masjid karena mereka yang datang diharuskan mengucapkan sumpah kesetiaan dan kami benci itu.”

“Sementara itu, adik saya dicambuk 20 kali karena dia tidak menutup toko pada waktu salat – mereka menggunakan kekerasan untuk memaksakan agama!”

5. Indoktrinasi dan pengawasan

ISIS juga menggunakan teknik yang canggih untuk mengontrol warga setempat dan menyebarkan agenda mereka, seperti merambah pendidikan.

Kantor media organisasi ISIS, mempublikasikan laporan foto tentang bagaimana pengawasan organisasi ini terhadap ujian sekolah siswa menengah."سيطرة داعش" تتجاوز الناحية العسكرية وتطال "التعليم"+صور

Mereka  menunjukkan logo organisasi pada kertas ujian bahasa Arab yang berlangsung 3 jam dan diawasi oleh tiga guru. Adapun pemeriksaan jawaban akan dilakukan kemudian di lembaga pusat khusus.

Ini bukan sesuatu yang biasa bagi organisasi tersebut dalam hal intervensi terhadap  manajemen urusan sipil bagi wilayah-wilayah yang dikuasainya. Sejumlah foto telah dipublikasikan sebelumnya di jejaring sosial menunjukkan kurikulum yang dikeluarkan oleh organisasi ISIS di beberapa daerah Suriah yang dikuasai.

Menjawab soal di atas kertas jawaban berlogokan ISIS

 

Mahmoud menceritakan, “Adik saya yang berusia 12 tahun tetap di sekolah walaupun jatuh ke tangan ISIS. Kami berpikir, karena tidak ada pilihan lain, setidaknya dia bisa menempuh pendidikan daripada tidak sama sekali.”

“Tapi suatu hari saya pulang dan menemukan adik saya menggambar bendera ISIS dan menyanyikan lagu mereka. Saya meneriakinya seperti orang gila.”

“Saya menggambil kertas gambarnya dan merobeknya. Dia takut, lari ke ibu dan menangis. Saya memperingatkannya apabila dia menggambar bendera itu lagi atau menyanyikan lagu mereka, saya akan menguncinya di rumah, melarangnya bertemu teman dan berhenti berbicara kepadanya.”

“Kami langsung mengeluarkannya dari sekolah, karena kami lebih memilih dia tidak belajar sama sekali daripada belajar material propaganda ISIS.”

kartu identitas ujian dengan logo ISIS

“Saya mengambil kesimpulan bahwa tujuan organisasi ini adalah menanam benih-benih kekerasan, kebencian dan sektarianisme di benak anak-anak.”

6. Taktik dan logistik IS

Para militan juga tampak membawa persenjataan berat – beberapa yang disita dari militer Irak – dan membalas serangan dengan tembakan anti-pesawat.

Zaid menceritakan, “ISIS tahu militer Irak akan mencoba mengambil kembali Mosul, jadi mereka mengantisipasi. Mereka menghancurkan kota ini dengan menggali terowongan, membangun barikade, menanam ranjau dan bom, serta memenuhi kota dengan penembak jitu, sehingga sangat sulit bagi militer untuk masuk ke Mosul.”

“Walau begitu, bila pemerintah Irak bisa merebut kembali wilayah Niniwe dan Mosul, saya akan sangat bahagia. Saya harap mereka yang mengungsi bisa kembali agar kita bisa bekerja sama membangun Irak yang aman dan kokoh. ISIS adalah musuh kemanusiaan.”

ARN0012004001511381_Kisah_Hidup_Dibwah_Tekanan_ISIS

ISIS mengantisipasi serangan militer Irak dengan menggali terowongan, membangun barikade, menanam ranjau dan bom, serta memenuhi kota dengan penembak jitu.

“Tentu saya khawatir bagaimana cara militer mengambil kembali kota ini. Saya rasa tindakan yang dilakukan di Tikrit oleh kelompok militer relawan pro-pemerintah yang kebanyakan merupakan milisi Syiah akan terjadi di Niniwe dan Mosul, dan situasi akan kembali normal.”

“Pemerintah harus mempersenjatai warga lokal agar mereka bisa melindungi kota mereka. Dengan bantuan Tuhan, kita akan mengalahkan ISIS.” [SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: