Eropa

Prancis deportasi 40 Ulama Radikal “Wahabi”

“Setiap pengkhotbah asing yang menebar kebencian akan segera dideportasi,” ungkap Cazeneuve, menambahkan bahwa beberapa masjid sedang dalam penyelidikan atas dugaan provokasi terorisme kelompok radikal (Wahabi) dan jika terbukti maka akan segera ditutup.

Salafynews.com, PARIS – Selama tiga tahun terakhir, Prancis telah mendeportasi 40 ulama asing dari negara asing karena dianggap telah menyebarkan kebencian.

topic“Sepertiga dari jumlah tersebut telah dideportasi semenjak serangan teror di Paris Januari lalu,” ungkap Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve pada hari Senin.

Menteri Dalam Negeri tersebut berjanji untuk menutup setiap masjid dan menindak para pengkhotbah yang menyebarkan paham kebencian. Janji ini diumumkan setelah seseorang terduga anggota ekstremis (Wahabi) yang menyembelih bosnya dalam serangan hari Jum’at di sebuah pabrik gas  sebagaimana diberitakan Radio Internasional Prancis.

“Setiap pengkhotbah asing yang menebar kebencian akan segera dideportasi,” ungkap Cazeneuve, menambahkan bahwa beberapa masjid sedang dalam penyelidikan atas dugaan provokasi terorisme kelompok radikal (Wahabi) dan jika terbukti maka akan segera ditutup.

Yassin Salhi 35 tahun, pada hari Minggu kemarin dalam penyelidikan kepolisian telah mengaku bahwa ia telah membunuh bosnya sendiri dan menggantungkan kepalanya di sebuah pagar sebuah pabrik gas di dekat kota Lyon.  Dikabarkan juga  bahwa tersangka sempat berfoto selfie dengan berlatar kepala korbannya yang telah terpenggal, sebelum kemudian kepala itu ditemukan tergantung di sebuah pagar di dasar pabrik. Ditambahkan pula bahwa MMS foto itu kemudian dikirim ke nomor telepon Kanada yang hingga kini pemilik nomor telepon tersebut sedang berusaha ditemukan oleh pihak kepolisian Prancis dengan bantuan pihak Kanada. Pengirim juga dikabarkan pernah berada di Suriah, namun kini hal itu masih dalam tahap penyelidikan.

Meski aparat keamanan Prancis mengetahui Salhi memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok radikal (Wahabi) di Prancis, namun sejumlah sumber menduga aksinya itu juga diwarnai masalah pribadi karena sebelumnya Salhi bersitegang dengan atasannya tersebut. (SFA/LM)

2 Comments

2 Comments

  1. amir amir

    July 3, 2015 at 5:22 pm

    negara indonesia harus mencontoh langkah perancis dlm menangulangi extremisme wahabi menutup pondok atau masjid ,surau dan situs2 nya sebelum terjadi prahara yg besar di negeri ini ,jangan sampai kecolongan ….

    • admin

      July 3, 2015 at 8:39 pm

      Betul sekali..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: