Internasional

Presiden Israel; Kami Terisolasi Setelah Kesepakatan Nuklir Iran

TEL AVIV, Salafynews.com – Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan rezimnya telah diisolasi setelah keberhasilan negosiasi antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 terkait pekerjaan nuklir Teheran.

“Kami untuk sebagian besar diisolasi oleh dunia saat ini … Saya tidak pesimis, namun untuk pertama kalinya saya melihat bahwa kami sendirian,” Rivlin kepada harian Maariv Israel pada hari Kamis (6/8/15).

Presiden Israel selanjutnya memperingatkan bahwa hubungan Tel Aviv-Washington mungkin rusak karena ketegangan meningkat antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Barack Obama atas terobosan baru yang dicapai dalam pembicaraan nuklir Iran.

Israel_Terisolasi“Saya sangat khawatir dengan medan pertempuran (yang terbuka) antara Obama dan Netanyahu dan dengan hubungan antara Amerika Serikat dan Israel,” katanya.

Teheran dan P5 + 1 – AS, Rusia, China, Prancis, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman – menyelesaikan Rencana Aksi Bersama Menyeluruh (JCPOA) atas program nuklir Iran pada 14 Juli.

Pernyataan Rivlin itu datang sehari setelah Perdana Menteri Israel mengulangi kembali tuduhannya terhadap hasil pembicaraan nuklir Iran, yang diklaimnya akan memicu “perlombaan senjata nuklir.”

Namun, Obama sekali lagi membela kesepakatan itu pada hari Rabu, mengatakan pembicaraan nuklir yang baik “masyarakat Iran dan rakyat Amerika memahami itu.”

Keberhasilan perundingan nuklir dipandang oleh para ahli politik sebagai pukulan besar bagi Israel, yang telah berusaha melobi secara luas untuk menyabotase proses diplomatik tersebut.

Sementara masyarakat internasional memuji hasil perundingan yang telah berangsung lebih dari satu dekade, dengan mengatakan kesepakatan perundingan nuklir yang bersejarah yang bisa membantu mempromosikan perdamaian dan kerjasama di kawasan itu.

Sebelumnya pada hari Kamis, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan seluruh bangsa di Timur Tengah dan dunia menyambut perjanjian nuklir kecuali Israel dan penghasut perang di Amerika Serikat. [PressTV/Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: