Eropa

Proyek Nuklir Turki Korban Terbaru Memanasnya Hubungan Rusia-Turki

10 Desember 2015

ANKARA, SALAFYNEWS.COM – Perusahaan milik negara Rusia di bidang nuklir, Rosatom, menghentikan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki setelah ketegangan kedua negara terus memanas. Hubungan Moskow dan Ankara kian memburuk setelah pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat jet pembom Su-24 di perbatasan Suriah-Turki. (Baca AS Ancam Rusia, Perang Nuklir Semakin Dekat)

Menurut seorang pejabat energi Turki, meski proyek nuklir telah dihentikan Rosatom, namun kontrak konstruksi senilai USD20 miliar atau sekitar Rp 278 triliun itu belum diakhiri karena ada klausul kompensasi yang berat.

Pejabat itu kepada Reuters, Kamis (10/12/2015) mengklaim bahwa Turki sudah memilki calon potensial untuk meneruskan proyek nuklir pertama Ankara itu. Pejabat itu juga mengklaim penghentian proyek nuklir tersebut tidak akan membuat pasokan energi Turki terganggu. (Baca Turki Perintahkan Ahrar al-Sham Bergabung dengan Front al-Nusra)

”Setelah jatuhnya pesawat tempur Rusia, proyek telah dilemparkan ke ketidakpastian yang besar,” kata seorang pejabat energi senior Turki. ”Rusia telah menginvestasikan USD3,5 miliar pada proyek tersebut,” lanjut pejabat yang menolak diidentifikasi karena isu tersebut sensitif.

”Ada klausul dalam kontrak Akkuyu yang menguraikan sejumlah besar kompensasi dalam hal pemutusan secara sepihak. Itu sebabnya Rusia tidak membuat langkah itu untuk saat ini,” ujarnya tanpa menyebut nominal kompensasi jika proyek itu diputus sepihak.

Pihak Rosatom menolak berkomentar atas penghentian proyek nuklir pertama Turki. Sedangkan sumber di perusahaan Akkuyu mengaku tidak mengetahui jika proyek itu dihentikan.

Akkuyu adalah korban terbaru dari memanasnya hubungan Rusia dan Turki yang telah berlangsung sepekan terakhir. Pejabat Turki lainnya mengatakan jika Rusia hengkang dari proyek nuklir itu, masih ada calon lain yang akan melanjutkannya.

”Ada negara-negara terkemuka yang tertarik pada proyek ini,” katanya. ”Turki memiliki rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir ketiga. Jelas situasi politik ini membuat sulit bagi Rusia untuk proyek konstruksi itu. (SFA/MM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: