Eropa

Putin: Saya Tidak Akan Tunduk dan Patuh kepada Barat Selamanya

Rabu, 01 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Surat kabar Rusia Vedomesti (30/05) melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menolak saran dari penasihat ekonominya, Alexei Kudrin, akan pentingnya tunduk kepada Barat dalam beberapa hal, pembicaraan antara Putin dan Kudrin berlangsung selama pertemuan dengan Dewan Urusan Ekonomi.

Menurut Kudrin, sebuah keharusan untuk meredakan ketegangan geopolitik dengan cara mengalah terhadap tuntutan Barat dalam beberapa hal, guna mendukung pembangunan ekonomi.

Kudrin mengatakan bahwa melepaskan diri dari sebagian ambisi geopolitik akan memungkinkan negara untuk mengurangi kesenjangan yang memisahkan mereka dari negara-negara Barat di bidang teknologi dan ekonomi.

Akan tetapi, Putin menanggapi mantan menteri keuangan itu dengan mengatakan bahwa Rusia tentu saja tidak mungkin bersedia untuk kompromi dengan Barat terkait kedaulatannya, terlepas dari upayanya untuk bersaing dengan sejumlah negara maju baik secara teknologi maupun ekonomi. Putin telah berjanji bahwa ia akan berjuang untuk kebebasan dalam pengambilan keputusan negara sampai nafas terakhir. (Baca: Ibrahimi: Konflik Suriah Selesai Jika Barat Dengarkan Rusia)

Ia menegaskan dan mengomentari kebuntuan yang saat ini terjadi antara negaranya dan Barat, dengan mengatakan “Rusia tidak akan berinisiatif untuk itu”, tapi ia mengakui pada saat yang sama untuk tidak boleh terseret oleh provokasi, melakukan upaya maksimal untuk menghindari ketegangan semakin tumbuh.

Juru bicara resmi untuk presiden Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa tidak lah perlu bagi mantan menteri keuangan, Alexei Kudrin, untuk meyakinkan Presiden Putin akan pentingnya membangun sikap dalam urusan internasional, karena hal itu bertentangan dengan kebijakan yang ia ambil. (Baca: Ramzan Kadyrov: Rusia Dikeroyok Sindikat Mafia Teroris Internasional)

Saat ditanya terkait saran Kudrin kepada Putin untuk meredakan ketegangan geopolitik, Peskov mengatakan “tidaklah perlu baginya meyakinkan Presiden terkait keputusan untuk membangun sikap dalam urusan internasional, karena sedari awal Presiden berpegang pada kebijakan yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik yang ada dan mengembangkan kerjasama serta meningkatkan keamanan sebelum segala sesuatunya terjadi dan buruk di benua Eropa. Oleh karenanya tidak perlu untuk meyakinkan Presiden dalam hal itu, dan juga pernyataan-pernyataan itu bertentangan dengan kebijakan Presiden Putin”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: