Eropa

Putin, Tak Ada Pertemuan Dengan Erdogan yang Telah Tembak Jet Kami

1 Desember 2015

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Paris di sela-sela konferensi iklim PBB. Hal ini diungkapkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov pada hari Senin (30/11) kemarin.

“Pertemuan dengan Erdogan (di Paris) tidak ada dalam rencana, pertemuan itu bahkan tidak dibahas. Tidak akan ada pertemuan seperti itu,” kata Peskov kepada wartawan.

Peskov menegaskan bahwa tidak ada kontak lain dengan pemimpin Turki, termasuk percakapan telepon, yang dimasukkan dalam jadwal Putin.

Presiden Turki telah mencoba menelepon Putin dua kali dan kemudian mengirim permintaan resmi untuk pertemuan dengan pemimpin Rusia tersebut disela-sela konferensi Paris pada hari Senin.

Kremlin sejatinya mengharapkan permintaan maaf dari Turki, tetapi menurut Kremlin, Erdogan sejauh ini hanya menyampaikan penyesalan semata.

”Kami benar-benar sedih dengan kejadian ini. Kami tidak ingin hal seperti itu terjadi, tapi sayangnya hal itu. Saya berharap hal seperti itu tidak akan terulang,” kata Erdogan menjelang kunjungannya ke Paris, kemarin.

“KTT perubahan iklim internasional di Paris akan memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Rusia. Konfrontasi tidak akan membawa siapa pun bahagia. Rusia penting untuk Turki, Turki penting bagi Rusia,” lanjut Erdogan.

Rusia yang telah menangguhkan kerjasama militer dengan Turki, telah memutuskan untuk mempertimbangkan kembali hubungan bilateral dengan Turki setelah pesawat jet pembom Su-24 Rusia ditembak jatuh 24 November lalu. Turki berdalih, pesawat jet itu melanggar wilayah udara Turki, tapi Kremlin menyangkalnya.

Tepat sebelum berangkat ke Paris untuk berpartisipasi dalam KTT perubahan iklim, Putin kemarin menandatangani keputusan tentang penjatuhan sanksi ekonomi terhadap Turki.

Pembantu Putin, Yuri Ushakov, mengkonfirmasi undangan dari Turki soal keinginan Erdogan bertemu Putin di Paris. ”Reaksi kami sudah dijawab bahwa, kami telah memberitahu kepemimpinan Rusia atas permintaan Turki untuk melakukan percakapan telepon dan mungkin pertemuan dalam format KTT perubahan iklim di Paris. Kita bisa melihat kurangnya kesiapan pada bagian dari Turki untuk menawarkan permintaan maaf sebagai dasar terkait dengan insiden itu,” kata Ushakov. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: WOW… AS Akan Lindungi Kedaulatan Turki, Kenapa? | SalafyNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: