Analisis

Raja Salman Penyebab Kehancuran Dinasti Saudi

Salafynews.com, RIYADH – Analis terkemuka Arab, Abdel Bari Atwan menilai Arab Saudi saat ini berada di tepi jurang kebangkrutan. Abdel Bari Atwan dalam editorialnya di koran Rai Alyaoum cetakan London hari Kamis (13/8) menulis, “Arab Saudi saat ini berada dalam kondisi ekonomi yang mengerikan, karena manajemen keuangan yang buruk, anggaran yang tidak terarah, dan kontrak besar pembelian senjata dengan motif politik, pengeluaran dana suap untuk negara-negara lain agar menberi dukungan pada kerajaan dan bungkam atas kejahatan Saudi di Yaman. Tampaknya, negara ini akan bangkrut”. (Baca Kerajaan Saudi Sumbang Kebangkrutan Kepada Rakyatnya)
Menurut dia, secara garis besar penyebab kebangkrutan Arab Saudi karena Riyadh tidak pandai dalam mengatur Sumber devisa, sehingga terperangkap dalam kondisi ekonomi yang cukup mengerikan, ada kemungkinan berlanjut pada tahapan yang begitu dekat dengan kebangkrutan.
Atwan menambahkan Arab Saudi berada di Ambang kebangkrutan dikarenakan beberapa hal, diantaranya: Ketidak cakapan dalam memanajemen sumber kekayaan negerinya yang begitu melimpah. Pada akhirnya berimplikasi pada hilangnya target berbagai pengeluaran kerajaan, adanya berbagai MoU yang begitu rumit berkaitan persenjataan karena muatan politis bukan militer, dan pihak kerajaan senantiasa mengadakan perjanjian-perjanjian yang mengikat.
Menurut Atwan, riset-riset di Barat mengindikasikan pada November 2014, Arab Saudi mengambil resiko berbahaya dengan tujuan memukul perekonomian Iran dan melemahkan Rusia, yang mendukung pemerintah Suriah. Keputusan Riyadh tersebut menyebabkan harga minyak merosot tajam hingga 55 persen. Tapi hasil yang diterima Arab Saudi justru terbalik dari targetnya.
Kehancuran_Dinasti_Saudi
Analis Arab ini mengungkapkan sejumlah faktanya. Tahun ini, Arab Saudi menghadapi defisit anggaran mencapai lebih dari 145 milyar dolar. Selama enam bulan lalu, Riyadh menghadapi masalah keuangan pelik. Disisi lain, Riyadh justru mengeluarkan dana sebesar 15 Milyar Dolar untuk membeli senjata dan reaktor Nuklir dari Rusia, juga menghamburkannya pada Prancis demi membeli pesawat sipil dan pesawat tempur. Mereka bahkan menyogok Amerika agar menjaga kerajaan karena Amerika- lah Sumber utama pemasok  persenjataan bagi Kerajaan Arab Saudi.
Atwan kemudian juga mengemukakan kalkulasi para ahli mengenai perang terbaru di Yaman yang disulut Arab Saudi telah mengeruk dana mencapai 45 milyar dolar. Angka tersebut, belum termasuk kemungkinan kerugian yang menimpa Saudi.
Disisi lain, sekitar 30 juta rakyat Saudi setiap bulannya harus menerima subsidi pengangguran. Hal ini bermakna 30 juta orang menganggur. Dari jumlah tersebut, kebanyakan adalah kalangan muda.  Sementara itu, pemerintah Riyadh telah menghentikan  pemberian dana  beasiswa pendidikan gratis bagi puluhan ribu mahasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke luar Negeri.
Di penghujung tulisannya, Abdel Bari Atwan menulis, Arab Saudi bukan saja harus mengembalikan berbagai problem dunia Arab dan membebaskan dirinya dari peperangan berdarah, di Suriah, Yaman, Irak dan Libya seperti pada masa kepemimpinan Raja Faisal pada tahun 1945, yang mengalami keruntuhan karena pihak kerajaan melakukan intervensi ke Yaman, bahkan saat ini sama persis dengan masa Raja Faisal yang membutuhkan solusi politis matematis yang sama dengan masa itu. (SFA/Raialyoum/HH)
1 Comment

1 Comment

  1. Habib Hasan Alatas

    April 9, 2016 at 11:09 am

    Monarchi al-Saud akan runtuh tidak lama lagi akibat kezalimannya terhadap rakyat Yaman yang gagah berani berjuang mempertahankan kedaulatan negaranya. Segala kemusnahan yang berlaku di Yaman mesti dituntut oleh rakyat Yaman yang menjadi korban kezaliman keluarga al-Saud. Kezaliman kluarga al-Saud akhirnya akan menimpa diri mereka sendiri. Berani buat mesti berani tanggung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: