Internasional

Raja Salman Tidak Melindungi Jamaah Haji

Sabtu, 17 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Mufti Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz alu Sheikh menekankan pada Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef,  bahwa Haramain saat ini tidak melihat adanya penjagaan dan perlindungan pada jamaah haji sejak kepemimpinan saat ini. (Baca: Tragedi Mina, Konspirasi Intellijen Zionis Mossad dan Saudi Culik Petinggi IRGC)

Pangeran Mohammed bin Nayef mengunjungi Grand Mufti Kerajaan di tempat tinggalnya di Mina pada selasa malam (13/09), dimana Mufti menekankan bahwa Allah telah menciptakan negara ini dan pemuda sebagai penjaganya untuk merawat dan melayani Haramain yang begitu mulia ini, dimana sebelumnya tidak ada orang yang bisa berhaji dikarenakan tersebarnya fitnah, persekongkolan dan terputusnya jalan, namun Haramain saat ini tidak melihat adanya penjagaan dan perlindungan pada jamaah haji sejak kepemimpinan saat ini.

Sementara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Nayef menyampaikan bahwa “Negara Saudi bangga dengan kehormatan Haramain dan Saudi akan terus mengawasi pelayanan Haramain yang mulia ini dan tempat-tempat suci lainnya”. Ia juga menambahkan, “Raja Salman bin Abdul Aziz juga telah menegaskan gelarnya yaitu sebagai Khodim al-Haramain”. (Baca: Tragedi Mina, Konspirasi Mohammed Bin Salman Untuk Gulingkan Putra Mahkota)

Pangamat Timur Tengah melihat bahwa pernyataan Grand Mufti Kerajaan berbau politis, yang menganggap raja saat ini tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai Khadim Haramain, dan erat hubungannya dengan keputusan Raja Salman yang menyingkirkannya dari khutbah Arafah, setelah pernyataan kontroversialnya tentang Iran.

Namun, pihak Haramain telah melihat dalam beberapa tahun terakhir buruknya penjagaan dan perlindungan terhadap jamaah haji yang membuat peziarah kehilangan rasa aman dan keselamatan mereka, khususnya ratusan jemaah haji yang meninggal tahun ini di Mekkah, bahkan ribuan jemaah haji yang tewas di musim haji lalu dalam tragedi Mina dan insiden jatuhnya Crane. (Baca: Saudi Serahkan “Haramain” Kepada Zionis Israel)

Badan Penyelenggaran Haji dan Umroh mengungkapkan sebuah dokumen yang telah bocor dari Kementrian Kesehatan Arab Saudi, yang mana dokumen itu telah dikaburkan oleh media-media Saudi, yang berisi nama-nama jemaah haji yang telah tewas di tahun 1437 Hijriah, yang jumlahnya lebih dari 2.000 jemaah haji.

Di tahun ini, Arab Saudi mengalami penurunan jumlah jamaah haji jika dibandingkan dengan tahun lalu, hal ini dikarenakan adanya ketakutan dan kepanikan psikologis yang dirasakan sebagian besar jamaah haji. (SFA)

Gabung Telegram : https:[email protected]_News

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: