Internasional

‘Rayuan Jahat’ Raja Bahrain Kepada Zionis Israel

07 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, MANAMA – Raja Bahrain dalam pertemuan dengan Rabbi Israel telah menjanjikan kepada negara Zionis itu bahwa keputusan memasukkan gerakan perlawanan Libanon, Hizbullah, ke dalam daftar hitam “organisasi teroris” oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) bisa dilakukan oleh Liga Arab juga. Rayuan Raja Bahrain ini dilaporkan oleh harian Israel, Jerusalem Post, Kamis (03/03) lalu.

“Hamad bin Isa al Khalifah menerima Rabbi Marc Schneier, dan presiden dari Yayasan Ethnic Understanding yang berbasis di New York, di istana kerajaan di Manama untuk membahas “masalah di Timur Tengah,” demikian dilaporkan JP. (Baca: Zionis Israel Ancam Serang Lebanon, Hizbullah Siap Balas)

“Dalam pertemuan Scheier dengan Khalifah, raja menekankan bahwa ada satu, dua negara GCC yang ingin membedakan antara sayap militer Hizbullah dan sayap politiknya, meskipun ini ditolak,” surat kabar Israel itu melaporkan.

Schneier, yang sudah pernah bertemu dengan Khalifah pada dua kesempatan lain, mengatakan bahwa raja Bahrain itu menyebut ia telah menganjurkan perlawanan terhadap Hizbullah diperluas seluas mungkin di dunia Arab, dan menyatakan bahwa Liga Arab dan 22 anggotanya harus mau melabeli Hizbullah sebagai kelompok teroris sebagaimana GCC”. (Baca: Arab Sebut Hizbullah Organisasi Teroris, Iran Marah Besar)

Lebih lanjut Rabbi Israel itu menyatakan bahwa Raja Bahrain sangat ingin menjalin hubungan lebih dekat dengan Israel begitu juga negara-negara Teluk lainnya, namun hal itu selalu terhalang oleh kehadiran Iran.

“Iran bukanlah sekedar penghalang bagi kesempatan damai antara Israel dan negara-negara Arab,” ungkap Schneier pada The Jerusalem Post di hari Kamis lalu setelah pertemuan hari Rabu bersama al-Khalifa.

“Ini adalah kesempatan nyata dan garis terang dalam awan gelap terorisme. Negara-negara Teluk mengakui Israel sebagai sekutu melawan Iran, kemampuannya untuk menstabilkan kawasan dan mendukung negara-negara Arab moderat, jadi hal ini bisa menjadikan perubahan permainan dalam iklim geopolitik di Timur Tengah,” tambah sang Rabbi Zionis. (Baca: Israel Takut Hizbullah Targetkan Kapal Perang Miliknya)

Schneier juga menambahkan bahwa al-Khalifah, dalam pertemuan itu secara gamblang  mengatakan, “hanya masalah waktu sebelum beberapa negara Arab mulai secara terbuka menjalin hubungan diplomatik” dengan entitas Zionis tersebut. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: HRW Seru Pemerintah Bahrain Hentikan Deportasi Warganya Sendiri | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: