Nasional

Revolusi Polri Ala ‘Koppig’ Jokowi

Kamis, 14 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Hari Rabu (13/07) Presiden Jokowi resmi mengangkat Komjen Tito Karnavian menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Badroddin Haiti. Pilihan Jokowi sangat tepat dan memang saat ini di tubuh Polri butuh penyegaran dan perombakan.

Salah satu pegiat sosial dunia maya Yusuf Muhammad dalam satu artikel di timeline facebooknya menulis sebuah tulisan dengan judul:

GEBRAKAN “JENDRAL MUDA” PILIHAN JOKOWI

Saatnya yang muda berkarya…! Jokowi memang bener-bener menunjukkan “Koppig”nya. Kok ya beraninya memutuskan tradisi lama dan melantik Tito Karnavian sebagai kapolri yang terbilang masih sangat muda. Ini langkah berani dan pertama dalam sejarah Indonesia. (Baca: Smart Ide Jokowi Pilih Calon Kapolri “Komjen Tito Karnavian”)

Mungkin saudara masih ingat, sebelumnya Jokowi juga memilih pimpinan tertinggi di institusi TNI berasal dari angkatan darat (AD), padahal kala itu jika mengikuti tradisi urutan “kancing baju” adalah ‘giliran’ angkatan udara (AU). Tapi namanya juga ‘koppig’, akhirnya yang dipilih Jokowi tetap dari AD Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI.

Jokowi seakan ingin ‘mendobrak’ tradisi lama melalui “Revolusi Mental” nya.

Kebiasaan-kebiasaan lama yang sedikit demi sedikit telah ‘meracuni’ mindset dan karakter pejabat negara, mulai dari tingkat tinggi hingga tingkat paling bawah yang cenderung menghambat perbaikan pada institusi/lembaga masing-masing.

Pemilihan panglima TNI dan Kapolri adalah bukti nyata bahwa independensi Jokowi sangat kuat sebagai pemegang utama hak prerogatifnya. Hal ini juga skaligus menepis tudingan pihak-pihak yang mengatakan “Jokowi Presiden Boneka” atau “Jokowi cuma petugas Partai”. (Baca: Jokowi Presiden ‘Apa Adanya’)

Kini Jendral muda Tito Karnavian telah dilantik Presiden sebagai pimpinan tertinggi Korps Tribrata. Gebrakan awal pun dibuat melalui peraturan wajib bagi seluruh perwira tinggi dan menengah untuk melaporkan harta kekayaanya. Sanksi tegas pun sudah menanti bagi perwira yang tak patuh pada aturan.

Memperbaiki internal tubuh polri memang sangat perlu dilakukan, karena bukan rahasia umum banyak oknum internal pejabat ditubuh polri yang masih gemar “membasahi celana dalamnya”. Bahkan masih banyak juga yang gendut-gendut perutnya.

Jokowi pun berpesan pada Tito Karnavian, “berantas mafia hukum”. Pesan tegas dan singkat tanpa basa-basi apalagi beretorika seperti sang “kembala kuda” yang gak boleh disebutkan namanya.

Ah…. Lama-lama bisa kering “celana dalam” koruptor dan oknum penegak hukum yang suka memainkan hukum sebagai ladang penghasilannya. Korupsi tentu akan makin sulit, karena lubangnya yang makin sempit.

Selamat bertugas pak Tito Karnavian, Jendral muda yang siap berkarya turut serta mewujudkan cita-cita pendiri bangsa.

Oh ya pesan saya, kalau cowok yang di “sebrang WC” itu masih teriak “Jokowi Presiden Boneka” langsung di “dor” saja mulutnya. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: