Amerika

Rincian Biaya Yang Dikeluarkan AS Untuk Melatih Militan Suriah

WASHINGTON, Salafynews.com – Program pemerintah AS untuk melatih dan melengkapi militan di Suriah telah menelan biaya $ 2 juta per peserta pelatihan, sebuah laporan baru menunjukkan.

Pentagon secara resmi membatalkan Program “Pelatihan dan mempersenjatai” miitan di Suriah bulan lalu setelah menghabiskan US $ 384 juta untuk melatih sedikit kader militan, USA TODAY mengatakan dalam sebuah laporan Kamis (5/11/15).

Awalnya, Presiden AS Barack Obama telah menyetujui US $ 500 juta untuk rencana itu, untuk melatih 3.000 militan yang disebut “New Forces Suriah” pada tahun ini, dan 5.000 lebih lagi tahun berikutnya.

Program ini dihentikan setelah US $ 384 juta dihabiskan untuk 180 militan. Sebanyak 145 militan tetap dalam program latihan, 95 dari mereka ditempatkan di Suriah.

Pentagon membantah angka tersebut, mengklaim biaya yang sebenarnya jauh lebih rendah sekitar $ 30 ribu per peserta pelatihan. “Sebagian besar” dari biaya digunakan untuk senjata, peralatan dan amunisi, beberapa di antaranya masih dalam kepemilikan koalisi pimpinan AS, Komandan Angkatan Laut Elissa Smith, mengatakan kepada harian itu.

“Investasi kami dalam program pelatihan Suriah hanya membekali tidak harus dilihat dari segi fiskal,” tambah juru bicara Pentagon.

USA TODAY juga mengungkapkan (digambarkan di bawah) bahwa program yang disediakan untuk pelatihan setara dengan amunisi $ 204 juta dan senjata $ 77 juta.

neraca-pengeluaranLaporan ini mencatat bahwa dari empat kamp pelatihan yang Pentagon tunjuk untuk program di berbagai negara Timur Tengah, dua kamp pernah menjadi tuan rumah pelatihan.

Menurut seorang pejabat pertahanan yang dikutip dalam laporan New York Times, kamp-kamp tersebut terletak di berbagai kerajaan Arab yang didukung AS, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Yordania.

Program Irak, kegagalan lain

Laporan itu juga menunjuk program Pentagon lainnya yang dijalankan di Irak, telah menghabiskan hampir $ 1 miliar untuk melatih dan melengkapi pasukan keamanan dalam menghadapi ISIS, menurut Mark Wright, seorang juru bicara Pentagon.

Meskipun demikian organisasi teror masih menguasai Mosul, kota terbesar kedua Irak setelah Baghdad, dan kota strategis Ramadi.

Dalam upaya untuk meningkatkan intervensi militer Washington di negara itu, komandan AS telah mengajukan beberapa proposal ke Departemen Pertahanan, termasuk salah satu pilihannya adalah akan memungkinkan pasukan Irak untuk meminta serangan udara, suatu langkah yang akan membawa pasukan Amerika ke front terdepan. [Sfa/Ptv]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: