Fokus

Riyadh Diam-diam Menjalin Hubungan Dengan Tel Aviv

Salafynews.com – Krisis Yaman kian menguak kolaborasi rahasia Arab Saudi dan rezim Zionis Israel yang dikenal dengan persatuan ominous. Berbagai sumber terpercaya seraya mengisyaratkan sejumlah pilot Arab Saudi tewas dalam serangan roket militer dan pasukan rakyat Yaman mengumumkan, kini Riyadh menggunakan pilot Israel untuk menyerang wilayah Yaman.

Tak diragukan lagi bahwa Israel adalah rezim ilegal di Timur Tengah. Negara-negara Islam di dekade pertama terbentuknya Israel menegaskan sikapnya tidak mengakui rezim ilegal ini. Strategi ini masih menjadi kebijakan transparan mayoritas negara.

Hanya sejumlah negara Islam seperti Qatar yang secara transparan menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi di sebagian kesempatan dengan rezim Zionis Israel. Terkadang pula petinggi Israel melawat Doha. Sementara itu, sejumlah negara Arab termasuk Arab Saudi di kebijakan tranparannya menggulirkan strategi menolak mengakui Israel, namun di kebijakan praktisnya, Riyadh diam-diam menjalin hubungan dengan Tel Aviv. Arab Saudi memanfaatkan hubungan ini untuk mengejar kepentingan keamanannya serta ambisi regional.

Al Saud tercatat sebagai salah satu sekutu utama Barat, khususnya Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Dengan demikian Riyadh memanfaatkan hubungannya dengan Israel untuk mengambil konsesi dari Barat dan menjamin keamanannya melalui kekuatan Barat. Bagaimana pun juga, rezim Al Saud, mengingat pandangan sektariannya di Timur Tengah, jika merasa semakin lemah menghadapi rival regionalnya, maka negara ini menunjukkan kencenderungan hubungan yang semakin mesra dengan Israel.

Selama beberapa tahun terakhir, isu perang Israel di Gaza, nuklir Iran dan krisis Yaman merupakan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama antara Tel Aviv dan Riyadh. Isu ini juga mendorong kerjasama bilateral dan hubungan resmi di antara mereka semakin kuat. Sejumlah jenderal Israel bahkan mengkonfirmasikan hubungan resmi dan bantuan Arab Saudi kepada Israel selama perang di Gaza.

Terkait isu nuklir Iran, Israel dan Arab Saudi memiliki kekhawatiran yang sama dan hingga kini kedua rezim ini melakukan banyak upaya untuk menggagalkan negosiasi nuklir serta melancarkan aksi bersama di bawah komando Barat.

Perserikatan Tel Aviv dan Riyadh anti Tehran memaksa sejumlah sumber pada Februari 2015 melaporkan bahwa Arab Saudi sepakat mengijinkan rezim Zionis menggunakan zona udaranya untuk menyerang Iran. Kini krisis Yaman menjadi medan lain dan berbagai media melaporkan kerjasama transparan Arab Saudi dan Israel di krisis ini. Padahal rezim Al Saud mengharapkan bantuan negara-negara seperti Turki dan Pakistan di perang Yaman, namun harapan ini gagal terwujud serta Yaman berubah menjadi medan lumpur bagi Arab Saudi.

Di kondisi seperti ini, ketika Israel memandang transformasi Yaman sesuai dengan kepentingannya dan keamanan rezim ilegal ini, proses perserikatan kotor antara Riyadh dan Tel Aiv terus berlanjut dan Arab saudi berdasarkan laporan sejumlah media, secara resmi menggunakan pilot-pilot Israel untuk menyerang Yaman.

Berita lainnya juga menyebutkan, pesawat yang ditumpangi pangeran Mahkota Arab Saudi mendarat di bandara udara Tel Aviv. Hal ini mengindikasikan bahwa Arab Saudi mulai menjulurkan tanganya kepada Israel untuk meminta bantuan kepada rezim ilegal ini. [SFA] 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: