Internasional

Riyadh Suap 10 Miliar dolar Untuk Bebaskan Husni Mubarak

Salafynews.com, KAIRO – Menurut salah satu dokumen yang berhasil diretas dari Kemenlu Saudi Arabia yang dirilis oleh Pasukan Cyber Yaman, Saudi Arabia pernah mempersiapkan 10 miliar dolar untuk memastikan kebebasan mantan Presiden Mesir Husni Mubarak.

mubarak

Husni Mubarak

Dokumen itu menunjukkan bahwa pemerintahan Riyadh dan beberapa negara-negara Teluk Persia siap membayar 10 miliar dolar untuk membebaskan Mubarak.

Memorandum tersebut ditulis dengan kop surat yang bertanda sebuah pohon kurma dan pedang bersilang diatasnya bertuliskan “top secret” dan menyebut nama seorang pejabat Mesir yang mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin akan menyetujui pembebasan Mubarak sebagai pertukaran dengan uang tunai tersebut.

Walaupun dokumen tersebut tidak bertanggal, situasi politik yang tergambarkan dari surat tersebut menunjukkan bahwa surat itu dibuat di tahun 2012, ketika Ikhwanul Muslimin mengambil kekuasaan di Mesir. Pejabat Ikhwanul Muslimin, Muhammad Morsi menjabat sebagai presiden Mesir pertama yang terpilih dalam pemilu presiden Juni 2012. Hanya satu tahun Morsi menjabat sebelum kemudian digulingkan oleh Militer.

Dokumen kedua menunjukkan bahwa Khairat al-Shater, pemimpim Ikhwanul Muslimin, dan pemimpin-pemimpin tinggi Ikhwanul Muslimin lainnya telah menerima proposal negara-negara Teluk Persia. Menurut dokumen ini, Ahmed Qattan, Dubes Saudi untuk Kairo dalam sebuah suratnya kepada Riyadh yang mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin menyetujui tawaran 10 miliar dolar tersebut.

Namun masih belum jelas mengenai ide menyuap Ikhwanul Muslimin untuk memastikan kebebasan Husni Mubarak pernah benar-benar menjadi tawaran dan benar-benar telah terlaksana. Sebuah catatan tangan  itu tertulis di sebelah kiri atas surat mengatakan bahwa tebusan itu “bukanlah ide yang baik”.

surat kawat saudi untuk kebebasan husni mubarak

surat kawat saudi untuk kebebasan Husni Mubarak

Akhir Mei lalu, Pasukan Cyber Yaman merilis sebagian kecil informasi-informasi serta dokumen-dokumen yang berhasil diretas dalam serangan cybernya terhadap Kemenlu, Kemenhan dan Kemendagri Saudi Arabia.

Menyusul peretasan pada bulan Mei, Pasukan Cyber Yaman kemudian mengirim salinan informasi yang didapat kepada FNA dan website whistleblower WikiLeaks.

“WikiLeaks merilis 60.000 dokumen pada hari Jumat dan berjanji untuk mengungkap sisanya dalam beberapa pekan mendatang, tapi kami berencana untuk merilis dokumen-dokumen itu dalam beberapa berita terpisah karena banyak dari mereka yang mengandung nama-nama warga negara asing yang sedang membutuhkan visa kunjungan ke Arab Saudi, misalnya untuk Haji serta ziarah. Nama-nama mereka telah disebutkan beberapa agen Saudi. Jadi merilis daftar nama dan semua dokumen begitu saja, mungkin bisa menyakiti orang yang tidak bersalah dan tidak  melakukan apa-apa, yang kini sedang memerlukan visa dari kedutaan Saudi untuk melakukan ibadah haji, ” ungkap Sayed Mostafa Khoshcheshm ketua editorial FNA Inggris.

Sedangkan WikiLeaks melalui situsnya menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan “harta karun” melimpah berisi ribuan dokumen yang dirilis oleh kelompok hacker “Yemeni Cyber Army” atau Pasukan Cyber Yaman. WikiLeaks juga mengumumkan bahwa pihaknya telah mengantongi lebih dari 500.000 dokumen dan akan mengungkap semuanya dalam beberapa pekan.

Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan konfirmasi soal bocoran dokumen rahasia dari WikiLeaks itu. (SFA/LM/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: