Internasional

Riyal Saudi Terkapar, Bank Central Saudi Siaga

22 Janauri 2016

RIYADH, SALAFYNEWS.COM – Mata uang Saudi berada di bawah tekanan kuat karena penurunan harga minyak global. Bank-bank Saudi dipaksa menangguhkan perdagangan derivatif untuk mengurangi tekanan pada riyal tersebut, demikian laporan surat kabar Jerman Deutsche Wirtschafts Nachrichten (DWN) pada Kamis, 21/01/16.

Bank sentral Arab Saudi memperingatkan bank-bank negara itu terhadap meningkatnya spekulasi pada devaluasi mata uang nasional.

Beberapa bankir pada Rabu kemarin mengatakan, mereka diberitahu untuk tidak melakukan perdagangan derivatif untuk meminimalkan tekanan pada riyal tersebut, demikian surat kabar melaporkan, mengutip Reuters.

Menurut kantor berita SPA, langkah ini terbukti berhasil dalam mendukung mata uang nasional. Indikator mata uang utama di Arab Saudi – poin maju riyal – menurun menjadi 690 poin pada Rabu dari rekor 1020 poin pekan lalu.

Mata uang Saudi saat ini di bawah tekanan berat karena penurunan harga minyak yang dikombinasikan dengan cadangan pemerintah yang menurun, menyebabkan devaluasi.

Pekan lalu, harga minyak turun di bawah 30 dollar per barel pertama kalinya dalam 12 tahun. Spekulan berpendapat, negara harus segera mengubah nilai tukar antara riyal dan dolar jika situasi tidak membaik.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: TENDANG DOLAR! Iran Lakukan Transaksi Perdagangan Minyak Hanya dengan Euro | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: