Internasional

Rouhani Kritik Negara yang Lakukan Transaksi Dengan Teroris ISIS

2 Desember 2015

SALAFYNEWS.COM, TEHERAN – Hassan Rouhani, Presiden Iran mengkritik operasi penyelundupan minyak oleh para teroris yang dibeli oleh negara lain serta pembukaan jalan perbatasan bagi kendaraan pengangkut minyak ISIS. Ia menjelaskan bahwa praktek semacam itu merupakan dukungan kepada terorisme.

Saat bertemu dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di Teheran, Selasa (1/12), Rouhani menyampaikan akan pentingnya pengerahan seluruh upaya dari semua pihak guna memerangi terorisme.

Dia menekankan bahwa jika semua pihak mau mengerahkan seluruh daya dan upayanya guna mengatasi masalah terorisme, maka pasti keberhasilan akan tercapai, sementara itu Iran dan Hungaria akan bekerjasama dengan baik dalam konteks untuk tercapainya beberapa tujuan regional dan internasional.

Rouhani juga mengatakan bahwa kerjasama dalam memerangi terorisme adalah kepentingan bersama bagi semua negara di dunia, ia menjelaskan bahwa terorisme kini telah berubah menjadi sebuah mikroba berbahaya yang tersebar di seluruh kawasan maupun dunia.

Ia juga menunjukkan bahwa salah satu akar terorisme tumbuh melalui campur tangan dalam urusan internal negara-negara di dunia sebagai yang diperankan oleh kekuatan-kekuatan Negara besar.

Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa untuk menemukan solusi krisis internasional tidak ada alternatif selain membangun kerjasama dan kemitraan antar negara-negara sedunia.

Dia mengatakan bahwa Iran dan Hungaria melakukan dialog, saling bertukar pikiran tentang beberapa permasalahan, baik yang bersifat internasional maupun regional, ia juga menekankan bahwa saat ini pemerintah Iran berjalan berdasarkan pada moderasi dan memerangi terorisme serta ekstremisme.

Dia menggambarkan bahwa saat ini terorisme sebagai fenomena kekerasan dan ekstremisme di dunia dan merupakan masalah global yang harus dilawan bersama-sama.

Sementara itu, Viktor Orban menyatakan puas dengan kunjungannya ke Iran dalam pertemuannya dengan Rouhani, ia menyebutkan bahwa perundingan dan pertemuan yang ia jalani dengan para pejabat Iran sangatlah positif.

Dia mengungkapkan keinginannya untuk menguatkan ikatan dan hubungan antara Iran dan Hungaria di bidang ilmiah dan pendidikan seperti pertukaran mahasiswa.

Perdana Menteri Hungaria itu menganggap bahwa pengembangan kerjasama antara lembaga ilmiah dan penelitian serta akademik antar kedua negara, berfungsi sebagai pondasi untuk kerjasama di masa depan, ia juga menyerukan pentingnya peningkatan hubungan secara keseluruhan dengan Republik Islam Iran.

Dia menyatakan penyesalannya melihat negara-negara Barat yang enggan berupaya untuk menyatukan visi bersama dalam hal mencari solusi terhadap masalah-masalah di wilayah, dimana tujuan tersebut hanya akan dapat terealisassi melalui dialog dan konsultasi serta kerjasama dengan negara-negara besar dan yang memilki berpengaruh di wilayah, seperti Republik Islam Iran. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: