Eropa

Rusia Bantah Tudingan Jahat AS Terkait “Politik Bumi Hangus” di Suriah

Kamis, 05 Januari – 02.45,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Gajah di seberang lautan tampak jelas namun kuman di pelupuk mata seakan tak terlihat sama sekali. Ungkapan ini tentu tepat sekali disandang oleh pemerintah Amerika Serikat. Maklum, negara Adidaya ini sibuk menuding Rusia melakukan politik ”bumi hangus” di Suriah. Direktur CIA, John Brennan telah menuduh Rusia menjalankan “politik bumi hangus” di Suriah, dan dalam mengomentari tuduhan ini Moskow membantahnya dengan mengatakan bahwa Washington sendirilah yang telah melakukan tindakan seperti itu di berbagai negara di seluruh dunia. (Baca: Amerika dan Rusia Diambang Perang Besar)

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (04/01) bahwa contoh paling nyata yang paling diingat dunia adalah serangan nuklir yang dilancarkan Amerika Serikat yang meluluh lantahkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada Agustus 1945 yang telah menewaskan lebih dari 200.000 warga sipil. Gelombang panas yang diakibatkan bola api nuklir ini membakar penduduk, hewan serta tanaman yang ada.

Bom Hiroshima

Belum cukup dengan bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Konashenkov mengingatkan bahwa selama serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat di Vietnam pada tahun 1962 hingga 1971 pasukan AS telah menggunakan lebih dari 100 ton bahan kimia yang bertuliskan “Agent Orange”. Agent Orange adalah kode nama dari senjata kimia campuran antara zat penggugur daun dan herbisida yang diproduksi perusahaan Amerika. Zat ini mengandung zat dioksin yang sangat berbahaya dan jika terkena manusia akan berakibat tumor, kanker, ruam kulit, gejala psikologis dan paling mengerikan adalah cacat genetis. Dan selama bertahun-tahun pasukan AS menyemprotkan zat kimia ini di jutaan hektar tanah di Vietnam yang telah menghilangkan semua jejak kehidupan di wilayah tersebut. Memang Agent Orange ini di gunakan berpuluh-puluh tahun yang lalu, tapi dampak senjata biologis ini masih dapat di rasakan para korban sampai hari ini. (Baca: Memanas, Rusia Tantang Amerika ke Suriah)

Agen Oranye, Vietnam

Konashenkov bahkan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satupun pemimpin militer di Pentagon yang bertanggung jawab atas kejahatan perang biadab ini, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.rt (04/01). (Baca: Kehebatan AS Sebar Propaganda, Rusia Kirim Dokter dan Alat Medis ke Suriah)

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia ini juga mengingatkan tentang perang-perang yang dilancarkan Badan Intelijen Pusat Amerika selama satu dekade terakhir di Yugoslavia, Irak, Afganistan dan Libya yang bukan hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur di negara-negara tersebut namun telah menyebabkan jatuhnya jutaan korban dari kalangan warga sipil.

Konashenkov mencatat bahwa perusahaan-perusahaan terbesar AS yang dekat dengan Pentagon lah yang berusaha memainkan peran lebih dalam merekonstruksi negara-negara ini, dengan tujuan untuk meraup keuntungan besar di baliknya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: