Eropa

Rusia; ISIS Menarik Diri dari Suriah

MOSKOW, Salafynews.com – Menteri Pertahanan Rusia mengatakan teroris ISIS tampaknya meninggalkan posisi mereka di Suriah. Sementara, tentara Suriah yang mendapat dukungan udara Moskow, terus membuat keuntungan lebih terhadap militan di beberapa daerah yang berbeda.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Pertahanan Rusia, mengatakan pada hari Kamis (15/10) bahwa “militan yang mundur mencoba untuk membangun posisi baru untuk menyesuaikan sistem logistik yang menyediakan mereka dengan amunisi, persenjataan dan perlengkapan dalam pertempuran”.

Konashenkov lebih lanjut mengatakan Rusia telah mengelolah dan menganalisis data dari sumber intelijen Rusia dan pusat berbagi intelijen di ibukota Irak, Baghdad mengenai perkembangan di Suriah.

Irak, Iran, Suriah dan Rusia membentuk pusat informasi Baghdad pada akhir September sebagai bagian dari upaya mereka untuk melawan organisasi teroris yang beroperasi di Timur Tengah, khususnya ISIS.

“Jelas, kami telah meningkatkan intensitas penerbangan dan pengintaian dari pesawat dan drone untuk memverifikasi dan mengkonfirmasi informasi ini,” tambah pejabat itu.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pada hari Kamis bahwa pesawat tempur Rusia telah melakukan setidaknya 15 serangan udara di tepi barat kota Suriah dari Talbiseh dan sekitarnya, menewaskan enam ekstrimis di sana.

Peran AS di Suriah ‘Tidak konstruktif’

Dalam perkembangan lain pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam AS yang telah memainkan peran “tidak konstruktif” di Suriah, dan menambahkan, “Saya tidak mengerti bagaimana mitra Amerika kita bisa mengkritik tindakan Rusia di Suriah dalam perang melawan terorisme internasional…”.

Putin membuat pernyataan itu saat kunjungannya ke Kazakhstan setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Washington telah menolak untuk menjadi tuan rumah delegasi Rusia untuk membicarakan krisis di Suriah dan juga menolak untuk mengirim misi sendiri ke Moskow.

Kritik AS terhadap serangan anti-teror Rusia datang setelah Washington, bersama dengan sekutu Barat dan regionalnya, telah lama mendukung kelompok Takfiri yang beroperasi untuk menggulingkan pemerintah Suriah sejak 2011.

Sejak September lalu, AS dan beberapa sekutunya telah mengklaim melakukan serangan udara terhadap posisi ISIS di Suriah. Tetapi serangan udara, tanpa mandat PBB atau koordinasi dengan Damaskus, sejauh ini telah gagal mengusir kelompok teroris paling bar-bar dan terkenal di negara Arab.

Serangan udara Rusia di Suriah merupakan perpanjangan dari kampanye udara yang sama yang dipimpin AS terhadap basis-basis ISIS di Irak, yang dimulai pada Agustus 2014.

Rusia meluncurkan serangan udara pertama dalam melawan teroris di Suriah pada 30 September atas permintaan pemerintah Damaskus. Moskow mengatakan serangan udara yang dimaksudkan untuk melemahkan ISIS dan kelompok teroris lainnya yang mendatangkan malapetaka di Suriah. [Sfa/Ptv]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: