Eropa

Rusia Pantau Pesawat AS Sebelum Lakukan Pembantaian ke Sekolah di Idlib

1_224609_serangan_udara_as

Sabtu, 29 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, RUSIA – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa sistem pemantau yang dimiliki Rusia pada hari Rabu (26/10) memantau di daerah Hass, Idlib, daerah di mana terjadi serangan udara yang menghantam sebuah sekolah. Dalam pantauan itu, terlihat pesawat Amerika jenis “Predator”. (Baca: Inilah Sumber Konflik dan Perang Suriah)

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa pada hari Rabu (26/10), tidak ada satupun pesawat Rusia yang terbang di daerah Hass, daerah dimana terjadi serangan pengeboman pada sebuah sekolah.

Foto-foto yang diambil oleh pesawat Rusia terkait sekolah yang dikabarkan terkena serangan udara menunjukkan bahwa atap sekolah masih utuh, yang menunjukkan tidak adanya kerusakan yang berarti akibat serangan udara, sesuai yang disampaikan Menteri Pertahanan Rusia.

Menhan Rusia juga mengungkapkan bahwa gambar dan rekaman yang dikutip oleh UNESCO, dibuat dan diambil pada waktu yang berbeda, bahkan video tersebut menyatukan lebih dari 10 fragmen peristiwa yang terpisah dengan tujuan menyimpangkan fakta yang ada. (Baca: Salah Kaprah Tentang Perang dan Mujahidin di Suriah)

Sebelumnya, organisasi amnesty international mengkritik serangan brutal yang dilakukan oleh pesawat miliki koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika di Suriah dengan dalih memerangi ISIS dan menyebabkan jatuhnya banyak korban, dan negara-negara koalisi sering tidak mengakui kerusakan dan kerugian yang disebabkan agresi koalisinya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault menuduh Rusia dan pemerintah Suriah terlibat dalam pemboman sebuah sekolah di provinsi Idlib, yang menewaskan 28 orang termasuk 22 anak-anak, sesuai dengan data yang dimiliki UNICEF.

Namun, dengan tegas Moskow membantah keteribatan dalam pemboman tersebut, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Rusia bahwa negaranya tidak memiliki hubungan dengan pemboman tersebut, ia juga menyerukan pada organisasi internasional untuk segera menyelidiki tragedi ini.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan bahwa pemerintah Suriah bertanggung jawab atas tragedi ini, karena Suriah adalah satu-satunya pihak yang mampu meluncurkan serangan semacam ini dengan dukungan Rusia. (Baca: BELAJAR DARI SURIAH, Inilah Karakteristik Ashabul Fitnah yang Hancurkan Sebuah Bangsa)

UNICEF mengumumkan 22 anak-anak dan 6 guru tewas dalam serangan udara di sebuah sekolah di provinsi Idlib, tanpa menyebutkan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Sekjen PBB, Ban Ki-Moon menyerukan digelarnya penyelidikan atas pengemboman sekolah. Sementara Gordon Brown, Utusan Khusus PBB untuk Pendidikan, menyerukan untuk memenuhi permintaan Menteri Dalam Negeri Rusia untuk segera menggelar penyelidikan yang menyeluruh atas tragedi ini, dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk merujuk situasai di Suriah dan melakukan penyelidikan di Pengadilan Internasional. (SFA)

Sumber: Addiyar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: