Eropa

Rusia Serukan Suara Keadilan atas Genosida Muslim Bosnia

Sementara itu, dokumen terbaru mengungkap bahwa pembantaian Srebrenica pada tahun 1995 menunjukkan keterlibatan Amerika dan Perancis dalam memberikan wilayah yang aman yang dilindungi PBB kepada milisi Serbia selama perang Bosnia.

Salafynews.com, MOSKOWKementerian Luar Negeri Rusia menyerukan keadilan dan hukuman “sesegera mungkin” kepada semua pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian 8.000 Muslim Bosnia pada tahun 1995.

“Kami meminta kepada semua orang yang terlibat dalam kasus pembantaian di Bosnia harus segera dibawa ke pengadilan dan dihukum sesegera mungkin. Kami dengan tulus menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga korban yang tidak bersalah,” kata Kementerian Rusia seperti yang dikutip dalam berita Hari Rusia pada Sabtu (11/7), yang bertepatan dengan ulang tahun ke-20 tragedi suram Bosnia.

Moskow akan terus melakukan upaya secara konsisten akan memperkuat perdamaian antar etnis dan antar negara-negara di Balkan,” tambahnya dalam pernyataan itu.

Lebih lanjut ia mengatakan “Kami yakin bahwa penyadaran nilai-nilai toleransi dan kemajemukan di antara masyarakat adalah cara terbaik untuk menjamin perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan itu”.

Pembantaian muslim Bosnia

Mengenang Pembantaian2 Muslim Bosnia

Keluarga Muslim Bosnia Yang ditinggal Keluarganya

Pada hari Rabu (8/7/2015), Moskow memveto resulusi PBB yang mengutuk pembantaian Srebrenica sebagai genosida yang dilakukan pasukan Serbia. Vitaly Churkin utusan Rusia di PBB menjelaskan bahwa rancangan teks resolusi itu tidak konstruktif, konfrontatif dan bermotif politik.

Sebelum resolusi itu diveto, 10 negara dewan telah mendukung resolusi, sementara China, Nigeria, Angola dan Venezuela abstain.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menolak rancangan resolusi “Anti-Serbia”, ia mengatakan “Tindakan itu justru akan memprovokasi ketegangan antar etnis di Balkan daripada mempromosikan rekonsiliasi semua orang yang bertikai di sana”.

Perkembangan terjadi saat pihak berwenang Serbia melarang massa berkumpul di ibukota Beograd untuk memperingati tragedi ke-20 tahun atas pembantaian Srebrenica.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Serbia, Nebojsa Stefannovic mengklaim pelarangan demonstrasi karena masalah keamanan.

Sementara itu, dokumen terbaru mengungkap bahwa pembantaian Srebrenica pada tahun 1995 menunjukkan keterlibatan Amerika dan Perancis dalam memberikan wilayah yang aman yang dilindungi PBB kepada milisi Serbia selama perang Bosnia.

Menurut kabel AS yang dikutip oleh harian yang berbasis di Inggris The Guardian, menunjukkan keterlibatan badan-badan intelijen Barat dan para pengambil keputusan pada pembantaian 13 Juli 1995. (SFA/MM/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: