Asia

Rusia Tertarik Impor Teknologi Drone Iran

Salafynews.com, MOSKOW – Menejer Direktur industri penerbangan Iran (IAIO), Manouchehr Manteqi mengatakan bahwa Rusia telah meminta impor teknologi drone Iran.

“Republik Islam Iran dikenal sebagai negara yang maju dalam bidang pengembangan teknologi drone,” kata Manteqi FNA pada hari Rabu (26/8) di sela-sela pameran MAKS-2015 di kota Zhukovsky dekat Moskow.

Dia menggarisbawahi bahwa Rusia berencana untuk mentransfer teknologi salah satu drone Iran ke negara mereka, tetapi ia menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut.

“Kami sedang membahas masalah ini sekarang,” katanya singkat.

Iran telah membuat kemajuan besar dalam pengembangan berbagai jenis senjata dan peralatan militer, termasuk drone.

Republik Islam Iran sejauh ini telah meluncurkan berbagai drone yang diproduksi di dalam negeri, termasuk Ababil, Fotros, Hazem, Karrar (drone khusus untuk serangan jarak jauh), Mohajer, Sarir, Shahed 129, Yasir dan Zohal.

Seorang komandan senior Iran mengumumkan pada Oktober tahun lalu bahwa Angkatan Darat (IRGC) sedang menyelesaikan pembuatan pesawat tanpa awak buatan sendiri yang dipersenjatai dengan RPG (granat roket).

Rusia_Beli_Teknologi_Drone_IranKomandan IRGC Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan pada saat itu bahwa pesawat tak berawak tempur akan membawa RPG tanpa Backblast.

Pakpour juga mencatat bahwa pesawat tak berawak telah lulus tes dan akan selesai dalam waktu dekat.

Iran meluncurkan pesawat tak berawak tempur pertama buatan sendiri yang membawa rudal udara ke udara pada September lalu.

Outlet media Iran melaporkan bahwa pesawat tak berawak yang mampu menghancurkan semua jenis pesawat termasuk pesawat tempur, Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dan helikopter.

Iran meluncurkan UAV produksi dalam negeri, generasi pertama yang dibernama Karrar pada tahun 2010. Sementara Shahed-129 diresmikan pada September 2012, yang mampu melaksanakan tempur dan pengintaian delapan misi untuk 24 jam dan memiliki jangkauan 1.700 km.

Negara ini juga meluncurkan UAV terbesar buatan sendiri, yang bertajuk ‘Fotros’ pada tahun 2013. Fotros memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan mampu meluncurkan serangan rudal udara-ke-permukaan. Drone yang bisa terbang pada ketinggian 25.000 kaki, dengan waktu penerbangan 16 sampai 30 jam.

Iran memulai produksi massal UAV “Yasir” pada bulan September 2013. Yasir bisa terbang pada ketinggian 15.000 ft, Berada di penerbangan selama delapan jam, menempuh jarak 200 km, dan tidak perlu landasan pacu. UAV ini dilengkapi dengan kamera modern, dan dapat mengontrol target.

Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh pada bulan November menegaskan bahwa kemampuan negara dalam membangun berbagai jenis UAV, dan mengatakan drone buatan Iran mampu meningkatkan jarak tempuh menjadi 3.000 km.

Hajizadeh mengatakan drone pertama negara itu, Mohajer, bisa terbang 3.000 km sejak awal.”

“Tapi hari ini, kisaran operasional semua jenis drone dapat digunakan untuk misi yang berbeda juga meningkat menjadi 3.000 km yang berarti langkah besar dalam swasembada industri pertahanan kami.”

Juga pada bulan November 2014, Hajizadeh mengumumkan bahwa drone RQ-170 buatan Iran diproduksi melalui reverse engineering yang menyerupai teknologi pesawat tanpa awak Amerika yang ditembak jatuh oleh Iran pada tahun 2011, dan telah memulai penerbangan perdana pada akhir pada 20 Maret 2015 lalu. (SFA/MM/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: