Eropa

Rusia Tolak Permintaan Usulan Jeda Kemanusiaan PBB di Aleppo

menhan-igor

Sabtu, 12 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia telah menolak permintaan DK PBB untuk memperpanjang jeda kemanusiaan di kota Aleppo, dan menegaskan bahwa langkah tersebut akan memungkinkan para militan yang didukung Amerika dan sekutunya kembali beroperasi dan mendapatkan kekuatan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (10/11), juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, menanggapi ucapan penasihat kemanusiaan PBB untuk Suriah, Jan Egeland meminta Moskow untuk memperpanjang gencatan senjata untuk memungkinkan pasokan bantuan kemanusiaan masuk ke kota yang terkepung. (Baca: 4 Kapal Induk dan Rudal Terbaru Rusia Siap Gempur ISIS di Pinggiran Aleppo)

Mayor Jenderal Igor Konashenkov, menyatakan permintaan itu “kontraproduktif dan melawan akal sehat”, bahwa memperpanjang gencatan senjata “hanya untuk kepentingan itu, tidak membawa bantuan nyata pada warga sipil, justru teroris memanfaatkannya untuk memulihkan kekuatan dan persenjataan mereka untuk melakukan pertempuran.”

Aleppo telah dibagi dalam empat tahun terakhir antara pasukan pemerintah di barat dan teroris di timur, dan telah menjadikan Aleppo medan pertempuran garis depan.

Dukungan serangan udara Rusia, telah membantu tentara Suriah dalam melancarkan operasi untuk menyatukan kembali kota yang terbagi pada bulan September.

Rusia telah melakukan serangkaian gencatan senjata sepihak di Aleppo untuk memungkinkan teroris dan warga sipil meninggalkan bagian timur kota yang terkepung, termasuk jeda kemanusiaan 10 jam dalam pertempuran pada 4 November dan gencatan senjata tiga hari pada akhir Oktober.

Konashenkov menuduh PBB telah gagal memanfaatkan 10 jam jeda kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada warga Aleppo meskipun menerima pemberitahuan terlebih dahulu.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa Rusia telah membawa lebih dari 100.000 ton bantuan kemanusiaan ke Suriah yang diperebutkan dalam beberapa bulan terakhir “terlepas dari jeda kemanusiaan”.

“Mereka yang benar-benar ingin membantu penduduk Aleppo membantu mereka,” pungkasnya.

Pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengkritik media Barat atas keheningan mereka tentang apa yang terjadi di Suriah.

“Mereka tidak menyebutkan fakta-fakta atau bukti. Tujuan mereka adalah untuk menutupi kejahatan teroris sebanyak mungkin dan untuk menunjukkan mereka sebagai ‘moderat’,” tambahnya.

Diplomat itu lebih lanjut menekankan bahwa jet Rusia dan Suriah belum melakukan serangan udara anti-teror di kabupaten timur Aleppo sejak 18 Oktober. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: